ASN Batam Boleh Telat Masuk Kerja demi Antar Anak Sekolah, Bagaimana Nasib Pekerja Swasta?

oleh -
ASN Batam Boleh Telat Masuk Kerja demi Antar Anak Sekolah, Bagaimana Nasib Pekerja Swasta?
ASN Pemko Batam diizinkan telat masuk untuk antar anak ke sekolah (ilustrasi)

LenteraKepri.com, Batam – Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Batam dipastikan mendapat dispensasi datang terlambat pada hari pertama masuk sekolah Tahun Ajaran 2026/2027. Kebijakan ini diberikan agar para ayah memiliki kesempatan mengantar anak ke sekolah sebagai bagian dari Gerakan Ayah Mengantar Anak ke Sekolah yang bertujuan memperkuat peran keluarga.

Namun, kebijakan tersebut belum berlaku bagi pekerja sektor swasta. Pemerintah Kota Batam hanya mengimbau perusahaan memberikan dukungan serupa, sementara keputusan pemberian dispensasi sepenuhnya diserahkan kepada masing-masing manajemen perusahaan.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Batam, Rudi Panjaitan, menegaskan bahwa dispensasi resmi hanya berlaku bagi ASN di lingkungan Pemko Batam.

“Khusus untuk pegawai Pemko Batam diberikan dispensasi. Imbauan resmi sudah didistribusikan ke seluruh OPD Pemko Batam. BKPSDM juga sudah menyampaikan kepada seluruh pegawai,” kata Rudi, Jumat (17/7).

Sementara itu, bagi perusahaan swasta, pemerintah tidak mengeluarkan aturan yang bersifat mengikat.

“Untuk swasta tentu sifatnya imbauan agar dapat didukung. Teknisnya silakan diatur sendiri oleh masing-masing perusahaan,” ujarnya.

Kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut dari Imbauan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Nomor B/257/M.KT.02/2026 tertanggal 10 Juli 2026 tentang dukungan penguatan ketahanan keluarga bagi ASN.

Melalui surat yang ditandatangani Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, seluruh kepala perangkat daerah diminta memberikan kesempatan kepada ASN yang memiliki anak di jenjang PAUD, SD, SMP hingga SMA untuk mengantar anak pada hari pertama sekolah.

Selain itu, pimpinan OPD juga diminta memberikan fleksibilitas waktu kerja kepada pegawai. Meski demikian, dispensasi tersebut harus tetap menjaga kelancaran roda pemerintahan, kualitas pelayanan publik, serta pencapaian target kinerja organisasi.

Setiap kepala perangkat daerah diminta mengatur pembagian tugas dan kehadiran pegawai agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal meskipun sebagian ASN datang lebih lambat.

Walikota Ajak Ayah Antar Anak

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengatakan hari pertama sekolah merupakan momen penting dalam kehidupan seorang anak. Karena itu, ia mengajak para ayah untuk meluangkan waktu mengantar putra-putrinya ke sekolah pada Senin (20/7).

“Kehadiran seorang ayah bukan sekadar mengantar ke sekolah, tetapi juga bentuk kasih sayang, dukungan, dan semangat bagi anak dalam memulai perjalanan belajar. Mari sukseskan Gerakan Ayah Mengantar Anak ke Sekolah demi menciptakan generasi Batam yang unggul dan berkarakter,” ujar Amsakar.

Meski demikian, implementasi gerakan tersebut diperkirakan tidak akan berjalan seragam. ASN telah mendapat kepastian melalui surat resmi pemerintah, sedangkan jutaan pekerja sektor swasta, termasuk yang bekerja di kawasan industri Batam, masih harus menunggu kebijakan masing-masing perusahaan.

Dengan struktur ekonomi Batam yang didominasi sektor industri dan manufaktur, keberhasilan Gerakan Ayah Mengantar Anak ke Sekolah akan sangat bergantung pada sejauh mana perusahaan memberikan fleksibilitas kepada para pekerja agar dapat mendampingi anak mereka di hari pertama sekolah tanpa harus khawatir terkena sanksi keterlambatan masuk kerja.