BMKG Ingatkan Warga Kepri: Cuaca Bisa Berubah Sekejap, Waspadai Hujan Deras dan Angin Kencang!

oleh -
Cuaca Kepri Jumat 29 Mei 2026: BMKG Ingatkan Potensi Angin Kencang dan Petir
BMKG ingatkan warga Provinsi Kepri untuk waspada angin kencang dan petir pada hari ini, Jumat (29/5/2026) (ilustrasi/freepik)

LenteraKepri.com, Batam – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Hang Nadim Batam mengingatkan masyarakat Kepulauan Riau (Kepri) untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan.

Kepala Stasiun Meteorologi Hang Nadim Batam, Ramlan, mengatakan bahwa wilayah Kepri saat ini masih berada dalam periode musim hujan yang diperkirakan berlangsung hingga Desember 2025, dengan puncaknya pada bulan November mendatang.

“Fenomena cuaca yang tidak menentu ini dipengaruhi oleh suhu udara yang cukup panas dan adanya siklon tropis di utara Filipina,” ujar Ramlan kepada wartawan, Senin (20/10).

Menurutnya, kondisi tersebut membuat cuaca di Kepri bisa berubah secara tiba-tiba. “Pagi bisa panas, lalu tiba-tiba hujan deras di siang atau sore hari,” jelasnya.

Ramlan juga mengimbau masyarakat agar tidak meremehkan potensi hujan lebat, petir, dan angin kencang, terutama bagi warga yang sering beraktivitas di luar ruangan serta para nelayan yang melaut.

“Waspadai potensi hujan disertai petir dan angin kencang, terutama di wilayah pesisir,” tegasnya.

Peringatan Cuaca Maritim Kepri: Gelombang hingga 2 Meter

BMKG merilis prakiraan cuaca maritim untuk periode Selasa (21/10) hingga Jumat (24/10), yang menunjukkan adanya peningkatan tinggi gelombang laut di sejumlah perairan Kepri.

Selasa (21/10): Gelombang laut hingga 1,8 meter di Perairan Anambas, Natuna, Karimun, Bintan, dan Tambelan.

Rabu (22/10): Gelombang meningkat hingga 2 meter, berpotensi terjadi di Perairan Natuna, Anambas, Batam, Bintan, Lingga, dan Tambelan.

Kamis (23/10): Tinggi gelombang sekitar 1,6 meter di wilayah Natuna, Anambas, Subi, Tambelan, dan Lingga.

BMKG mengategorikan gelombang dengan tinggi 1,25 hingga 2 meter sebagai kategori sedang, yang tetap berisiko terhadap kapal nelayan dan kapal kecil.

“Sebelum berlayar, masyarakat pesisir dan nelayan sebaiknya memperhatikan kondisi cuaca. Pantau terus informasi resmi dari BMKG agar aktivitas tetap aman,” imbau Ramlan.

Antisipasi Genangan dan Banjir Lokal

Selain gelombang tinggi, BMKG juga mengingatkan akan potensi genangan dan banjir lokal di sejumlah wilayah Kepri akibat meningkatnya curah hujan, terutama di daerah rendah dan dekat saluran air.

Ramlan menambahkan, fenomena hujan lokal disertai angin kencang dapat terjadi secara tiba-tiba, sehingga warga diimbau tidak berteduh di bawah pohon besar atau papan reklame saat hujan deras melanda.

“Meski kondisi secara umum masih terkendali, kewaspadaan tetap harus ditingkatkan, terutama memasuki puncak musim hujan di November nanti,” ujarnya menutup. (r/den)