Cuaca Ekstrem Makan Korban! Petir Sambar Kebun di Setokok Batam, 1 Tewas 1 Luka Parah

oleh -
Cuaca Ekstrem Makan Korban! Petir Sambar Kebun di Setokok Batam, 1 Tewas 1 Luka Parah
Aparat penegah hukum mendatangi lokasi korban disambar petir di Setokok, Batam, Rabu (1/4/2026) (ist)

LenteraKepri.com, Batam – Cuaca ekstrem kembali memakan korban jiwa di Kota Batam. Sambaran petir menghantam area kebun di Kelurahan Setokok, Kecamatan Bulang, pada Rabu (31/3/2026), menewaskan seorang petani dan melukai rekannya.

Korban meninggal dunia diketahui bernama Suwardjo (62), warga Setokok. Sementara rekannya, Suwardi (70), warga Sei Pelunggut, selamat namun mengalami luka serius dan saat ini masih menjalani perawatan intensif.

Peristiwa tragis ini terjadi di kebun yang berada di depan Markas Komando Yonif 10 Marinir. Saat kejadian, kedua korban tengah beraktivitas seperti biasa sebelum petir menyambar secara tiba-tiba.

Teriakan Minta Tolong Usai Sambaran Petir

Dua saksi di lokasi, Diah Eka Kurniawati dan Ferdi Ariyanto, mengaku mendengar teriakan minta tolong sesaat setelah kilatan petir terjadi.

Saat didatangi, Suwardi masih dalam kondisi sadar dan menyampaikan bahwa dirinya bersama Suwardjo baru saja tersambar petir.

Warga pun langsung meminta bantuan personel Yonif 10 Marinir dan menghubungi layanan darurat kepolisian.

Polisi Turun Tangan

Kapolsek Bulang, Bobby Pratama, mengatakan pihaknya segera menerjunkan personel setelah menerima laporan dari warga.

“Personel piket langsung turun melakukan pengecekan awal di lokasi kejadian,” ujarnya.

Korban Suwardjo sempat dievakuasi ke RS Bhayangkara Batam, namun nyawanya tidak tertolong. Hasil pemeriksaan awal menunjukkan adanya luka bakar di bagian perut kiri hingga selangkangan yang diduga akibat sambaran petir.

Sementara itu, Suwardi langsung dilarikan ke RS Graha Hermina Batu Aji dan kini masih menjalani perawatan intensif.

Imbauan Waspada Cuaca Ekstrem

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati saat beraktivitas di luar ruangan, terutama saat cuaca ekstrem yang disertai hujan dan petir.

Warga juga diminta segera menghubungi layanan darurat Call Center 110 jika terjadi kondisi darurat.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa cuaca ekstrem dapat terjadi secara tiba-tiba dan berisiko tinggi, khususnya bagi masyarakat yang beraktivitas di area terbuka seperti kebun atau ladang.