LenteraKepri.com, Batam – Kebijakan yang dilakukan beberapa perusahaan pelayaran membuat resah para pengusaha terutama yang bergerak di bidang forwarding serta nantinya akan berdampak pada masyarakat luas di Kota Batam. Hal itu disebabkan terjadinya kenaikan harga ocean freight atau jasa kapal Rp 1 juta untuk kontainer 20 feet dan Rp 2 juta untuk kontainer 40 feet.
Kenaikan tersebut sudah mulai diberlakukan secara diam-diam tanpa adanya pemberitahuan resmi oleh tiga perusahaan pelayaran, yakni PT SPIL (Salam Pacific Indonesia Lines) dan PT Tanto Intim Line, dan PT Temas, sejak Senin kemarin (6/5/2024) untuk rute Jakarta-Batam, dan Medan Batam, begitu juga sebaliknya.
Ketua Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia atau Indonesian Logistics and Forwarders Association (Alfi/Ilfa) DPC Batam, Apin Maradonal, sangat meyayangkan hal ini. Ia merasa pihak pelayaran seakan tidak begitu menganggap kehadiran asosiasi yang mana di dalamnya terdapat para pengusaha forwarding yang jelas-jelas akan selalu berhubungan dengan perusahaan mereka.
Baca: Polsek Bengkong Minta Warganya Tingkatkan Keamanan Kendaraan Agar Tidak Jadi Korban Curanmor
Padahal, saya pribadi telah melakukan komunikasi dan memanggil para kepala cabang, baik dari PT Spil, Tanto dan temas, untuk konfirmasi terkait isu kenaikan, tapi mereka menjawab bahwa sama sekali tidak akan ada kenaikan.
“Tiga minggu yang lalu, Ketum DPP ALFI Bapak Akbar Djohan memerintahkan untuk memantau arus lalu lintas dan harga logistik di wilayah masing-masing terkait Perang iran israel apa ada dampaknya. Saya segera melaksanakan dengan langkah awal berjumpa dan audiensi Kadisperindag Batam, Bapak Gustian Riau. Sebab, kita khawatir dampak jika adanya kenaikan tarif dari perusahan pelayaran akan sangat berdampak kepada iklim ekonomi di Batam,” ungkap Apin, saat ditemui di kantornya, Tanjungsengkuang, Sabtu (11/5/2024).
Ia menjabarkan, aktivitas di Pelabuhan Batuampar tersebut sangat beragam, mulai dari masuknya logistik seperti, bahan makanan, kebutuhan pokok, barang sekunder baik semen, besi, bajaringan, pupuk, dan banyak lainnya yang berasal dari Jakarta dan Medan. Kemudian ada aktivitas transitment dari Singapur ke Batam serta dari negara tetangga lainnya.
Baca: Lepas 731 JCH Batam, Muhammad Rudi Berpesan Jaga Kesehatan Fisik
Saat ini juga bertambah satu proses bisnis lagi, yakni direct call feeder SITC China via Batam dan Batam via China yang merupakan hasil kerjasama antara pemerintah dengan persero, sehingga menghadirkan hal tersebut untuk menurunkan harga logistik ekspor impor di Batam.
“Tentunya, aktivitas di Pelabuhan Batuampar akan semakin meningkat. Karena itu, kita terus berupaya agar isu kenaikan ini jangan menimbulkan keresahan. Kita sudah sudah komunikasi ke beberapa intansi, serta beberapa kepala cabang perusahaan pelayaran. untuk PT Temas kita belum bisa berkomunikasi langsung karena mereka di Batam hanya perwakilan, bukan cabang,” ucap Apin.
Dalam dua minggu terakhir ini saya terus memantau permasalahan ini. Sebab, banyak faktor akan mempengaruhi. Secara global pasca pilpres, biasanya investor asing akan menunggu presiden baru apakah ada kebijakan yang di rubah.jika masih sama Investor baru akan melakukan investasi. Apalagi pada Oktober 2o24 nanti, Kepri akan melakukan pemilihan gubernur dan pemilihan walikota untuk Batam.
“Saya di sini sebagai KETUA DPC ALFI KOTA BATAM untuk amanah dalam jabatan, mencoba memastikan para pelayaran apakah terkait perang Iran-Israel akan berdampak pada kenaikan harga, atau setelah lebaran harga yang dinaikkan sudah diturunkan?. Namun hasil koordiansi yang saya dapat, para perusahaan pelayaran menjawab tidak ada kenaikan sampai hari ini (11 Mei 2024,” tegasnya.APIN
“Kenyataannya, saya sudah mengecek sendiri ke lapangan, sudah ada kenaikan Rp1 juta untuk kontainer 20 feet dan Rp 2 juta untuk kontainer 40 feet untuk jasa ocean freight. Hal ini dilakukan ketiga pelayaran tersebut. Malah kenaikan sudah dilakukan sejak tanggal 6 mei kemarin secara diam-diam,” tambahnya.
Dugaan Permainan Oknum
