Hari Ketiga Pencarian, Lima Wartawan Hilang Kotak Belum Ditemukan

oleh -
oleh
Tim SAR mengunakan teropong dalam usaha mencari 5 wartawan dan 3 ABK speedboat yang hilang kontak di perairan Gunung Anak Krakatau. (foto dok Basarnas)

LenteraKepri.com, Batam – Pencarian lima waartawan dan tiga opertor speedboat yang hilang kontak sejak, Senin (7/9) di perairan sekitar Gunung Anak Krakatau, di Selat Sunda, sampai hari ketiga pencarian, Rabu (9/6/2026), Tim Bassarnas, bersama Polisi Perairan, dan TNI AL belum berhasil menemukan kedelapan orang tersebut, berikut speedboat yanng digunakan.

Kepala Pos SAR Bakauheni Basarnas Lampung Rezie Kuswara, di Lampung Selatan, Rabu, mengatakan pencarian dilakukan dengan menyisir perairan dari Pulau Sebesi menuju kawasan Krakatau.

“Untuk hari ini kami melaksanakan penyisiran dari perairan Sebesi sampai dengan perairan Krakatau,” katany, dikutip dari Vio.id.

Dalam operasi tersebut, SAR Bakauheni-Lampung dan Basarnas, serta Polisi Perairan dan TNIAL juga menyisir perairan di sekitar Pulau Krakatau Besar dan Krakatau Kecil. Selain itu, petugas melakukan pemantauan di sekitar Pulau Sertung untuk memastikan tidak ada tanda-tanda keberadaan korban maupun kapal yang dicari.

“Namun, hasil pencarian hari ini (Rabu (9/9/2026) masih nihil,” ujarnya.

Tim SAR terus melakukan pemantauan terhadap kondisi perairan dan kawasan Gunung Anak Krakatau selama operasi pencarian berlangsung. Hal itu dilakukan mengingat aktivitas vulkanik gunung api tersebut masih berlangsung.

Berdasarkan hasil pemantauan tim di lapangan, Gunung Anak Krakatau masih terpantau mengalami erupsi, tetapi dengan intensitas yang relatif kecil.

“Untuk kondisi situasi di sekitar Gunung Anak Krakatau masih terpantau erupsi, namun dengan intensitas kecil,” ucap dia.

Selain itu, kepulan asap dan abu vulkanik yang terlihat di sekitar Gunung Anak Krakatau juga dilaporkan mulai mengecil dibandingkan kondisi sebelumnya.

Tim SAR gabungan akan terus melakukan penyisiran dan pemantauan di sejumlah titik yang dinilai memungkinkan menjadi lokasi keberadaan kapal maupun korban hingga informasi terkait keberadaan mereka dapat ditemukan.

Operasi pencarian tetap mengutamakan keselamatan seluruh personel, terutama karena berlangsung di kawasan yang masih dipengaruhi aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Untuk diketahui, sebelumnya Basarnas Lampung mengerahkan dua unit Rigid Inflatable Boat (RIB) untuk mendukung operasi delapan orang yang berada di dalam speed boat yang dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Sementara itu, Direktur Pemberitaan (Dirpem) LKBN ANTARA, Virgandhi Prayudantoro memantau langsung pelaksanaan operasi pencarian rombongan jurnalis dalam speed boat yang hilang kontak di Perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK).

Virgandhi bilang, ANTARA terus memperkuat koordinasi dengan berbagai instansi terkait untuk mengoptimalkan proses pencarian. “Dari awal kemarin Pak Dirut sudah melakukan komunikasi dengan pihak-pihak. Dengan Pak Kapolda Pak Hengki, beliau sudah berkomunikasi kemarin malam, terus juga dengan Basarnas, dengan TNI AU, dan lain-lain,” katanya di Pandeglang, Rabu, dikutip dari Antara.

Ia menjelaskan, komunikasi intensif langsung dibangun oleh jajaran pimpinan tinggi ANTARA dengan aparat penegak hukum dan instansi penyelamatan.

“Jadi saya ditugaskan secara langsung oleh Direktur Utama ANTARA untuk memantau proses operasional di lapangan. Kehadiran ini sekaligus merepresentasikan solidaritas antar-media nasional,” ujarnya.

Menurutnya, sinergi yang solid tidak hanya ditunjukkan oleh ANTARA, tetapi juga melibatkan berbagai lembaga pers lainnya seperti Merdeka, iNews, dan media massa lain yang turut bahu-membahu memantau perkembangan operasi penyelamatan.

“Kolaborasi multi pihak melibatkan Polri (Polda), Basarnas, hingga TNI Angkatan Udara (TNI AU). Solidaritas Media: Kehadiran bersama jurnalis dari berbagai platform pemberitaan untuk mengawal transparansi dan kelancaran proses pencarian,” ujarnya.
​
Di tengah proses pencarian yang masih berjalan, pihak LKBN ANTARA juga menyampaikan keyakinan penuh bahwa sinergi kuat antara aparat, pemerintah, dan insan pers akan membuahkan hasil positif.
​
“Dan ini saya rasa menjadi bukti bahwa saat ini kita bersama-sama yakin bahwa teman-teman yang saat ini sedang hilang kontak akan segera ditemukan titik keberadaannya dalam kondisi sediakala,” pungkas Virgandhi.
​
Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan dari tim SAR gabungan masih terus menyisir lokasi untuk menemukan titik terang keberadaan para jurnalis yang hilang kontak tersebut.