LenteraKepri.com, Batam – India kini telah menjelma sebagai tujuan ekspor terbesar ketiga bagi Batam. Terbukti, pada kuartal I-2026, nilai ekspor ke India mencapai USD521,6 juta, atau menyumbang 11,14 persen dari total ekspor Batam.
“India adalah mitra strategis dengan potensi besar bagi pengembangan industri dan perdagangan kami. Pertumbuhan investasi dan volume perdagangan ini mencerminkan tingginya kepercayaan dunia usaha India terhadap daya saing Batam,” ujar Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Djemy Francis, usai melakukan kunjungan kerja ke Konsul Jenderal India di Medan, Jumat (8/5/2026).
Fary menambahkan, BP Batam tengah fokus memantapkan ekosistem investasi melalui pengembangan kawasan industri, logistik, dan perdagangan internasional.
Sektor-sektor yang potensial untuk dikolaborasikan mencakup manufaktur, energi terbarukan, sektor maritim, hingga penguatan rantai pasok industri.
Baca: BP Batam Sambut Baik Kolaborasi Semarakkan Piala Dunia 2026
Menanggapi hal tersebut, Konsul Jenderal India, Ravi Shankar Goel, mengapresiasi kemajuan pembangunan ekonomi di Batam.
Menurutnya, India memandang Indonesia sebagai mitra strategis untuk tumbuh bersama sebagai negara maju.
“Batam adalah salah satu kisah sukses pembangunan ekonomi di Indonesia. Keunggulan geografis yang dekat dengan Singapura, kepemimpinan yang kuat, serta kebijakan Kawasan Perdagangan Bebas (Free Trade Zone) menjadi daya tarik utama bagi investor,” kata Ravi.
Sebagai langkah konkret, kedua pihak sepakat untuk menyelenggarakan forum presentasi bisnis secara hibrida.
Forum ini direncanakan mempertemukan pengelola kawasan industri di Batam dengan jaringan Kamar Dagang India.
Baca: Dukung Kemudahan Investasi, BP Batam Percepat Layanan Izin Lingkungan Jadi 29 Hari
Selain sebagai sarana promosi, pertemuan tersebut diharapkan mampu memetakan kebutuhan rantai pasok ekspor-impor secara lebih detail melalui identifikasi produk berbasis kode Harmonized System (HS).
Langkah diplomasi ekonomi ini diharapkan memperkokoh posisi Batam sebagai kawasan pelabuhan bebas yang dinamis di kancah global.
