Bagaimana Nasib CPO Pekan Ini?
Kontrak berjangka CPO di Bursa Malaysia Derivatives diproyeksi akan diperdagangkan dengan bias naik minggu ini di tengah ekspektasi ekspor yang lebih tinggi.
Melansir Bernama, trader CPO David Ng mengatakan, ketidakpastian seputar larangan ekspor minyak nabati Indonesia akan terus mendukung permintaan minyak sawit Malaysia.
David bilang, ketidakjelasan kapan larangan ekspor minyak nabati Indonesia akan dicabut telah mendorong peningkatan permintaan minyak sawit Malaysia, terutama dari pembeli utama India dan China.
“Cadangan India semakin menipis dan sebagai importir minyak nabati nomor satu dunia, Malaysia dipandang sebagai pemasok yang lebih andal,” katanya kepada Bernama.
David menambahkan, pembelian China juga dapat pulih setelah lockdown negara untuk membatasi penyebaran COVID-19 mulai dilonggarkan. Oleh karena itu, David memprediksi, CPO akan diperdagangkan naik antara MYR 6.200 dan MYR 6.700 minggu ini.
Sementara, pemilik dan salah satu pendiri Palm Oil Analytics yang berbasis di Singapura, Sathia Varqa, mengatakan bargain hunting dan prospek ekspor yang kuat akan mendukung pasar.
Namun, catat Sathia, kenaikannya terlihat rapuh lantaran faktor bearish yang masih ada di pasar saat ini.
“Dengan perdagangan empat hari minggu depan di Malaysia, pasar akan menyaksikan minggu yang sangat bergejolak dengan semua mata tertuju pada perubahan larangan ekspor Indonesia,” tambahnya.
