LenteraKepri.com, Batam – Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2026, Polda Kepulauan Riau mengintensifkan pengamanan lewat Satgas Preventif Operasi Liong Seligi 2026. Patroli dan monitoring digelar di sejumlah kawasan strategis Kota Batam, Jumat (13/2/2026), demi memastikan situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif.
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB hingga 17.00 WIB itu menyasar titik-titik dengan mobilitas tinggi, seperti Pelabuhan Internasional Batam Centre, Mega Mall Batam Centre, serta kawasan wisata Ocarina dan Zoo Paradise Batam Centre. Lokasi-lokasi tersebut diprediksi mengalami lonjakan aktivitas masyarakat dan wisatawan menjelang Imlek.
Di Pelabuhan Internasional Batam Centre, personel Satgas Preventif melakukan pemantauan menyeluruh di area keberangkatan dan kedatangan. Hasilnya, tercatat 2.943 penumpang keberangkatan dan 2.136 penumpang kedatangan. Sementara itu, jumlah pengunjung di kawasan wisata Ocarina tercatat sebanyak 30 orang.
Tak sekadar patroli, petugas juga melaksanakan patroli dialogis dengan memberikan imbauan kamtibmas kepada penumpang pelabuhan, pengunjung pusat perbelanjaan, dan wisatawan. Masyarakat diingatkan agar tetap waspada, menjaga barang bawaan, serta berperan aktif memelihara keamanan lingkungan.
Kehadiran personel Polri di titik-titik strategis ini dinilai efektif memberikan rasa aman sekaligus menjadi langkah antisipatif terhadap potensi gangguan kamtibmas menjelang puncak perayaan Imlek.
Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol. Nona Pricillia Ohei. menegaskan bahwa kegiatan preventif ini merupakan wujud komitmen Polri dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.
“Melalui Operasi Liong Seligi 2026, kami terus meningkatkan kehadiran personel di lapangan agar seluruh rangkaian perayaan Tahun Baru Imlek di wilayah Kepulauan Riau berjalan aman, tertib, dan kondusif,” ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing serta segera melapor kepada petugas atau melalui Call Center Polri 110 jika menemukan potensi gangguan kamtibmas.
