Jenderal Sigit Ditahan di Rutan Mabes Polri, Diduga Lakukan Penyadapan Terhadap Kepala Negara Sejak 2025

oleh -
oleh
Tiga Jenderal Polisi yang ditahan di Rutan Mabes Polri. Ketiga jenderal itu diduga melakukan kegiatan penyadapan ilegal terhadap kepala negara, dan pejabat tinggi negara lainnya.

LenteraKepri.com, Batam – Jenderal Listyo Sigit Prabowo ditahan di Rutan Mabes Polri usai ditetapkan sebagai tersangka penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto.

“Terhadap para tersangka saat ini ditahan di rutan Mabes Polri,” ucap Kabareskrim Irjen Asep Safrudin dalam konferensi pers di Markas Besar Polri, Jakarta Selatan, Selasa (3/11/2026).

Asep menjelaskan tersangka lainnya adalah Kepala Divisi Hukum Polri, Irjen Ahrie Sonta Nasution dan Irjen Pol Eko Hadi Santoso.

“Telah melakukan penyadapan tanpa prosedural atau tapping terhadap nomor tepelpon Presiden Republik Indonesia, pejabat negara, tokoh-tokoh politik, media, tokoh ormas, LSM, dan para pengusaha,” kata Kabareskrim Irjen Asep Safrudin dalam konferensi pers di Markas Besar Polri, Jakarta Selatan, Selasa (3/11/2026).

Jenderal Sigit yang merupakan mantan Kapolri dan kini menjabat Kepala Staf Kepresidenan (KSP).

“Satu orang lagi masih dalam pemeriksaan sebagai saksi, yaitu Saudara SU,” kata dia.

Diduga, penyadapan ini berlangsung sejak tahun lalu.

“Tahun 2025 hingga 2026, para tersangka diduga memerintahkan penyadapan tanpa prosedur seperti diatur dalam tata cara penyadapan Polri di Perkap (Peraturan Kapolri) Nomor 5 Tahun 2010,” kata Irjen Asep.

Sempat Beredar di Medsos
Sebelumnya, kabar penangkapan sejumlah perwira tinggi (Pati) Polri berpangkat inspektur jenderal (Irjen) atau jenderal bintang dua beredar luas pada Selasa (3/11/2026).

Mereka disebut-sebut ditangkap personel Brigade Mobil (Brimob) terkait dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto dan kini ditahan di Markas Komando (Mako) Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.

Bahkan, beredar pula informasi bahwa seorang jenderal bintang empat berinisial LS telah dibebaskan. Kabar tersebut memicu spekulasi publik mengenai dugaan adanya penyadapan terhadap komunikasi orang nomor satu di Indonesia itu.

Namun, hingga Selasa petang, belum ada keterangan resmi yang membenarkan informasi penangkapan sejumlah petinggi Polri tersebut.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir mengatakan, pihaknya akan memberikan penjelasan resmi terkait isu tersebut pada Selasa sore hingga malam.

Pernyataan itu disampaikan Isir saat mendampingi Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto dalam kunjungan ke Kantor Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Jakarta Pusat, Selasa (3/11/2026).

“Nanti berkaitan sama konteks, berkaitan sama dinamika yang nanti mungkin rekan-rekan akan bertanya, dalam sore menjelang malam nanti, nanti kami dari Divhumas akan melaksanakan rilis,” ujar Isir kepada wartawan.

Meski demikian, Isir belum bersedia membenarkan kabar penangkapan sejumlah jenderal Polri tersebut. Ia meminta awak media menunggu penjelasan lebih lanjut melalui konferensi pers yang akan digelar Divisi Humas Polri.

“Jadi harapannya, tadi kalau ada pertanyaan sesuai dengan konteks yang ada yang rekan-rekan tanyakan dari sekarang ke rekan-rekan kepala, nanti akan kita laksanakan rilis di Divhumas,” ungkapnya.

Kemenko Kumham Imipas Jadwalkan Konferensi Pers
Di tengah berkembangnya isu tersebut, Kementerian Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Kemenko Kumham Imipas) juga menjadwalkan konferensi pers khusus untuk mengklarifikasi kabar penangkapan sejumlah perwira tinggi Polri terkait dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto.

Konferensi pers tersebut dijadwalkan berlangsung pada Selasa (3/11/2026) petang di kantor Kemenko Kumham Imipas, Trinity Tower, kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.

Menteri Koordinator Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra telah tiba di gedung Trinity Tower sejak pukul 16.56 WIB.

Yusril langsung memasuki area gedung tanpa memberikan keterangan awal kepada awak media yang telah menunggu. Meski semula diperkirakan segera dimulai setelah kedatangan Yusril, hingga pukul 18.00 WIB konferensi pers tersebut belum juga berlangsung.

Sejumlah staf kementerian terlihat masih melakukan koordinasi internal sebelum agenda penyampaian keterangan resmi dan sesi tanya jawab dengan wartawan dimulai. Sebelumnya, Yusril meminta masyarakat bersabar menunggu penjelasan resmi pemerintah terkait kabar penangkapan sejumlah perwira tinggi Polri tersebut.

Ia menegaskan, informasi mengenai penangkapan di lingkungan internal Mabes Polri masih sebatas rumor yang berkembang di media sosial. Hingga saat itu, dirinya mengaku belum mendapatkan konfirmasi resmi dari instansi terkait.

“Saya belum dapat menjelaskan apa-apa karena itu memang rumor yang berkembang di berbagai media sosial. Tapi sampai saat ini saya belum mendapatkan konfirmasi kebenaran atas rumor yang berkembang itu dan mohon bersabar barangkali nanti ada pihak yang kompeten di kalangan pemerintah untuk menjawab atau menjelaskan hal itu,” ujar Yusril usai menghadiri sebuah agenda di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta Selatan, Selasa (3/11/2026).

Yusril juga menanggapi kabar yang menyebut dugaan penyadapan tersebut menyasar percakapan Presiden Prabowo Subianto.Namun, ia kembali menegaskan belum mengetahui kebenaran informasi tersebut dan belum bisa memastikan apa yang sebenarnya terjadi.

“Saya juga belum tahu apa yang terjadi. Jadi nanti kita akan tunggu aja. Barangkali nanti akan ada penjelasan resmi mengenai soal itu dari pejabat yang memang punya otoritas untuk menjelaskan. Saya pun sama seperti Anda, mendengar kabar itu, membaca juga di media sosial, dan belum dapat memastikan apa-apa tentang apa yang sesungguhnya terjadi,” tutur Yusril.

Yusril mengaku belum memantau perkembangan terbaru mengenai isu tersebut karena sepanjang hari disibukkan dengan aktivitas di dalam gedung. (red)