Korban Gempa NTT 5.434 Warga, Sikka dan Manggarai Terbanyak

oleh -
oleh
Warga terdampak bencana gempa beristirahat di tenda pengungsian di Stadion Gelora Samador Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (15/8/2026). (BeritaSatu.id)

LenteraKepri.com, Batam – Lebih dari 5.434 warga masih bertahan di pengungsian setelah gempa bumi magnitudo (M) 7,7 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026).

Bencana yang berpusat di wilayah Nagekeo tersebut menyebabkan 47 orang meninggal dunia dan menimbulkan kerusakan signifikan pada rumah warga maupun fasilitas publik.

“Berdasarkan pemutakhiran data hingga Minggu (16/8/2026) pukul 00.00 WIB, jumlah pengungsi terbesar tercatat berada di Kabupaten Sikka dan Manggarai,” ujar Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam rilis, Minggu (16/8/2026).

Di Kabupaten Sikka, tercatat 3.356 warga mengungsi. Sebanyak 1.356 orang menempati GOR Samador, sedangkan 2.000 lainnya mengungsi secara mandiri di 10 titik. Sementara itu, jumlah pengungsi di Kabupaten Manggarai mencapai 2.078 jiwa.

Pengungsian juga terjadi di Kabupaten Nagekeo dengan jumlah sekitar 500 jiwa. Sejumlah warga terdampak lainnya dilaporkan mengungsi di Bima dan Kepulauan Selayar.

Pemenuhan kebutuhan dasar menjadi salah satu fokus utama dalam penanganan darurat. Para penyintas, terutama di Manggarai, masih membutuhkan sejumlah bantuan, mulai dari tenda darurat, beras, obat-obatan, selimut, velbed, tikar, air bersih, hingga genset.

Guncangan utama disusul 341 kali aktivitas gempa susulan dan menimbulkan dampak serius di sejumlah wilayah. Dari total 47 korban meninggal dunia, sebanyak 23 orang berada di Kabupaten Manggarai dan 17 orang di Manggarai Timur.

Korban meninggal lainnya tercatat di Kabupaten Sikka sebanyak empat orang, Manggarai Barat satu orang, Ende satu orang, dan Nagekeo satu orang.

Selain korban jiwa, sebanyak 101 warga dilaporkan mengalami luka-luka dengan tingkat keparahan yang beragam.

Ratusan Rumah Rusak
“Gempa yang berpusat di laut tersebut juga menyebabkan kerusakan pada berbagai bangunan. Data sementara di NTT mencatat 914 rumah rusak berat, 126 rumah rusak sedang, dan 317 rumah rusak ringan,” jelas Berton.

Kerusakan juga terjadi pada fasilitas umum. Sedikitnya 93 fasilitas pendidikan, 36 fasilitas kesehatan, serta 38 kantor pemerintahan dilaporkan terdampak. Pemerintah Provinsi NTT tengah memproses keputusan untuk menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari.

Sejumlah pemerintah kabupaten terdampak telah lebih dahulu menetapkan status kedaruratan sesuai kondisi wilayah masing-masing.

Kabupaten Manggarai menetapkan status tanggap darurat bencana selama 90 hari, mulai 15 Agustus hingga 13 November 2026. Keputusan tersebut dituangkan melalui Keputusan Bupati Nomor 319 Tahun 2026 dan dilanjutkan dengan pembentukan pos komando melalui Keputusan Bupati Nomor 320 Tahun 2026.

Kabupaten Ngada juga menetapkan masa tanggap darurat bencana dan pembentukan Pos Komando selama 30 hari, yakni 15 Agustus hingga 15 September 2026. Sementara itu, Kabupaten Manggarai Timur menetapkan status Siaga Darurat Bencana hingga 4 September 2026.

Rumah Sakit Lapangan Beroperasi
“Tim gabungan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) masih melakukan penyisiran di sejumlah lokasi untuk mendata dan memverifikasi dampak gempa. Untuk mendukung pelayanan kesehatan, rumah sakit lapangan telah didirikan dan beroperasi di Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai,” tutur Berton.

Dari sisi akses transportasi, jalur darat Larantuka–Maumere telah kembali terhubung dan dapat dilalui untuk mendukung mobilitas warga maupun distribusi logistik.

Namun, akses jalan yang menghubungkan Ende–Nagekeo masih terputus akibat dampak gempa. Tim penanganan bencana masih berupaya mencari jalur alternatif untuk mendukung proses evakuasi dan pengiriman bantuan.

Kapolda NTT Serahkan Bantuan
Kapolda Nusa Tenggara Timur Irjen Rudi Darmoko menyalurkan 100 paket bantuan sosial kepada warga terdampak bencana gempa bumi magnitudo 7,7 di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. Dia memastikan seluruh jajaran bersama forkopimda hadir di lapangan berjibaku membantu masyarakat.

Penyerahan bantuan dipusatkan di Mapolsek Alok, Jalan El Tari, Kelurahan Kota Uneng, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka, Sabtu (15/8/2026). Penyerahan dilakukan langsung oleh Kapolda NTT mendampingi Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, beserta jajaran Forkopimda NTT.

Irjen Rudi Darmoko menyampaikan rasa dukacita yang mendalam atas musibah bencana alam yang menimpa masyarakat Sikka. Bantuan yang disalurkan hari ini merupakan langkah tanggap darurat tahap awal dari Kepolisian Daerah NTT untuk meringankan beban para korban.

“Kami hadir bukan hanya sekadar berkunjung, tetapi membawa bantuan awal untuk membantu meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak. Bantuan tahap selanjutnya akan segera kami distribusikan kembali,” ujar Irjen Rudi dalam sambutannya di Mapolsek Alok.

Sebanyak 100 warga penerima manfaat hadir dalam kegiatan tersebut. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis kepada 13 orang perwakilan masyarakat oleh Gubernur NTT, Kapolda NTT, dan jajaran Forkopimda.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan bahwa pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar bantuan logistik susulan dapat segera diturunkan ke Kabupaten Sikka.

Gubernur juga menginstruksikan personel TNI, Polri, dan BPBD setempat untuk memastikan ketersediaan pasokan bahan pangan serta air bersih bagi para pengungsi.

“Akses logistik dan makanan harus menjadi prioritas utama penanganan darurat saat ini. Kami membuka seluruh jalur pendistribusian bantuan, baik melalui TNI-Polri, lembaga swadaya masyarakat, maupun elemen masyarakat lainnya,” tegas Melki.

Selain mendistribusikan bantuan, Gubernur NTT mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu-isu yang belum jelas kebenarannya. Ia meminta warga untuk selalu memantau informasi resmi penanganan gempa bumi melalui saluran Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta pemerintah daerah.

Penyerahan bantuan sosial yang berlangsung sekitar 45 menit tersebut berjalan dengan aman dan lancar. Usai penyerahan di Mapolsek Alok, rombongan Gubernur NTT dan Kapolda NTT melanjutkan agenda peninjauan ke RSUD TC Hillers Maumere, Pelabuhan Lorens Say, serta melakukan koordinasi penanganan bencana melalui Zoom Meeting di kantor BPBD Kabupaten Sikka.