LenteraKepri.com, Batam – Kualitas udara di Kota Batam, Kepulauan Riau, menunjukkan perbaikan pada Kamis (22/10/2026) pagi. Indeks Kualitas Udara atau Air Quality Index (AQI) tercatat sebesar 90 pada pukul 07.01 WIB, turun dari angka 106 yang terpantau sekitar pukul 05.51 WIB.
Berdasarkan data pemantauan kualitas udara di kawasan Patam, Batam, angka AQI 90 masuk kategori sedang berdasarkan skala AQI Amerika Serikat (US AQI). Meski kondisinya membaik, konsentrasi partikulat halus PM2.5 masih perlu menjadi perhatian, terutama bagi kelompok masyarakat yang sensitif terhadap polusi udara.
Data terbaru tersebut mencatat konsentrasi PM2.5 sebesar 31 mikrogram per meter kubik (µg/m³), sedangkan PM10 mencapai 53 µg/m³.
AQI Batam Turun dari 106 Menjadi 90
Penurunan AQI dari 106 menjadi 90 dalam rentang waktu sekitar 70 menit menjadi indikasi perbaikan kondisi udara di Batam pada pagi hari.
Pada pengukuran sebelumnya, AQI Batam berada dalam kategori buruk bagi kelompok sensitif. Sementara itu, data pukul 07.01 WIB menunjukkan indeks kualitas udara telah masuk kategori sedang.
Meski demikian, perubahan angka dalam rentang waktu singkat belum cukup untuk memastikan bahwa kualitas udara akan terus membaik sepanjang hari. Kondisi cuaca, arah angin, dan sumber polutan dapat memengaruhi konsentrasi pencemaran udara.
Saat pengukuran dilakukan, suhu udara Batam tercatat sekitar 27 derajat Celsius dengan kondisi langit berawan. Kelembapan mencapai 81 persen, sementara kecepatan angin berada di kisaran 7,2 kilometer per jam.
PM2.5 Masih Dua Kali Lipat Pedoman WHO
Meskipun AQI menurun, konsentrasi PM2.5 di Batam masih tercatat sebesar 31 µg/m³.
Angka tersebut sekitar 2,06 kali lipat pedoman rata-rata harian PM2.5 dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yaitu 15 µg/m³.
PM2.5 merupakan partikel polutan berukuran sangat kecil yang dapat masuk jauh ke dalam paru-paru. Paparan polusi jenis ini dapat berdampak terhadap kesehatan, terutama jika terjadi dalam jangka waktu lama atau pada konsentrasi tinggi.
Sementara itu, PM10 tercatat sebesar 53 µg/m³. Partikel ini juga dapat masuk ke saluran pernapasan dan memicu gangguan kesehatan pada kondisi paparan tertentu.
Perlu diperhatikan bahwa perbandingan dengan pedoman WHO tersebut menggunakan acuan rata-rata harian. Karena itu, hasil pengukuran sesaat tidak dapat langsung disamakan dengan rata-rata paparan selama 24 jam.
Warga Batam Tetap Diminta Waspada
Kualitas udara dengan AQI 90 umumnya masih dapat diterima oleh sebagian besar masyarakat. Namun, kelompok sensitif tetap perlu berhati-hati, khususnya anak-anak, lansia, serta orang yang memiliki penyakit pernapasan atau jantung.
Masyarakat dapat mengurangi aktivitas fisik berat di luar ruangan apabila mulai merasakan dampak polusi. Warga juga disarankan memantau perkembangan AQI secara berkala sebelum melakukan kegiatan di luar rumah.
Jika muncul keluhan seperti batuk, iritasi tenggorokan, atau sesak napas, kurangi paparan polusi. Segera cari pertolongan medis jika gejala berat atau terus memburuk.
Pantau Perkembangan Kualitas Udara Batam
Penurunan AQI menjadi kabar baik bagi warga Batam pada Kamis pagi. Namun, konsentrasi PM2.5 yang masih berada di atas pedoman harian WHO menunjukkan bahwa upaya mengurangi paparan polusi tetap penting.
Masyarakat diimbau terus memantau pembaruan kualitas udara sepanjang hari untuk mengetahui apakah perbaikan ini berlanjut atau terjadi perubahan akibat kondisi cuaca dan lingkungan.
