Meski Bisa Langsung Pulang ke Daerah Masing-masing, Danrem 033/WP Tetap Antisipasi Lonjakan Kepulangan PMI Jelang Idul Fitri

oleh -
danrem
Danrem 033/Wira Pratama (WP) Brigjen TNI Jimmy Ramoz Manalu, selaku Dansatgassus Perlintasan PMI. (Foto: Chandra)

Lentera Batam – Kepulangan para Pekerja Migran Indonesia (PMI) dipastikan akan melonjak menjelang Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijrah, terutama PMI dari Malaysia yang masuk melalui Kepri dan Batam khususnya.

Danrem 033/Wira Pratama (WP) Brigjen TNI Jimmy Ramoz Manalu, selaku Dansatgassus Perlintasan PMI, mengatakan, sudah mempersiapkan sarana dan prasarana dalam menyambut kedatangan para PMI.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Bapak Hermono, selaku Dubes RI di Malaysia untuk mengantisipasi PMI dari Malaysia. Beliau mengatakan dalam waktu dekat ini ada gelombang masuk PMI,” ungkap Jimmy, Kamis (14/4/2022).

Baca: Danrem 033/Wira Pratama Pimpin Sidang Pantukhir Cata PK TNI AD Reguler Gel I TA 2022

Dari hasil koordinasi tersebut lanjutnya, kemungkinan besar lonjakan kepulangan PMi terjadi pada 1 minggu menjelang lebaran.

“Tetap kita memiliki konsep untuk mengantisipasi, termasuk lokasi karantina dan lainnya. Namun BNPB sendiri telah mengeluarkan kebijakan bahwa teman-teman PMI tidak perlu lagi dikarantina,” terang danrem.

Dengan kata lain, ketika mereka dinyatakan negatis, sudah bisa langsung pulang ke daerah masing-masing.

Baca: Danrem 033/WP Optimis Vaksinasi Booster di Kepri Tembus 70 Persen Akhir Bulan Ini

“Meski demikian, tetap kita antisipasi untuk PMI yang idnyatakan positif Covid-19, agar bisa menjalani perawatan terlebih dahulu di RSKI Galang,” tambahnya.

Mnurut Jimmy, lonjakan yang akan terjadi tersebut, ialah PMI yang pulang dari Malaysia. Pihaknya juga berharap ada kontribusi dari Kementerian Perhubungan untuk daya angkut nantinya begitu tiba di Batam.

Baca: Targetkan 8000 Warga Batam Divaksin, Danrem 033/WP Berharap: Kepri Menuju Daerah Endemi Pertama di Luar Jawa dan Bali

“Saran dari kami dan juga pak Gubernur Kepri meminta kepada Pemerintah dalam hal ini Kementerian perhubungan. Kalau bisa ada kontribusi dari teman-teman Kementerian Perhubungan penambahan kapal-kapal seperti Pelni dan sebagainya. Sehingga daya angkutnya lebih banyak,” pungkasnya. (Chandra)