LenteraKepri.com, Batam – Badan Pengusahaan (BP) Batam terus memacu pengembangan sektor kesehatan sebagai salah satu pilar pertumbuhan ekonomi baru. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat layanan kesehatan nasional sekaligus mendorong Batam tumbuh sebagai pusat layanan kesehatan berstandar internasional di kawasan regional.
Direktur Promosi dan Fasilitasi Investasi BP Batam, Dendi Gustinandar, menegaskan bahwa potensi pengembangan sektor ini sangat besar untuk menarik investasi baru, memperluas lapangan kerja, serta mendorong transfer pengetahuan dan teknologi.
“Langkah ini diharapkan dapat memberikan nilai tambah yang signifikan bagi perekonomian Batam maupun Indonesia secara keseluruhan,” ujar Dendi.
Salah satu langkah nyata yang ditempuh adalah keikutsertaan Rumah Sakit Badan Pengusahaan (RSBP) Batam dalam ajang pameran kesehatan internasional, Medical Fair Asia 2026.
Langkah strategis tersebut mendapat sambutan positif dari Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, bersama Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra. Keduanya berharap partisipasi RSBP Batam di forum global ini mampu memperluas jejaring investasi dan meningkatkan kepercayaan pelaku usaha terhadap Batam sebagai kawasan strategis industri dan jasa bernilai tambah.
Selain memperkuat branding Batam sebagai destinasi investasi yang kompetitif dan terintegrasi dengan pasar global, keikutsertaan ini juga sejalan dengan pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Kesehatan Internasional Batam.
Melalui pengembangan KEK tersebut, BP Batam berkomitmen menghadirkan investasi berkualitas yang tidak hanya memperkuat sektor medis, tetapi juga memberikan multiplier effect bagi sektor pariwisata, industri pendukung, hingga daya saing Batam sebagai hub ekonomi regional.
