LenteraKepri.com, Batam – Polda Riau sukses membangun 110 Jembatan Merah Putih Presisi selama kurun waktu 2025-2026. Hadirnya jembatan tersebut kini membuka akses dan keterisolasian warga di pelosok daerah di Provinsi Riau.
Inisiatif ini hadir sebagai bentuk komitmen nyata Polri yang tidak hanya berfokus pada pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta penegakan hukum, melainkan juga mengambil peran aktif dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur dasar di daerah sebagaimana arahan Presiden Prabowo Subianto.
Pembangunan 110 Jembatan Merah Putih Presisi menyasar titik-titik krusial di berbagai kabupaten/kota di Riau yang selama ini kurang mendapatkan sentuhan.
Sebelum jembatan-jembatan ini berdiri kokoh, warga di pelosok harus bertaruh nyawa saat melintas di jembatan lama yang lapuk dan keropos.
Kini, hadirnya konektivitas baru ini memberikan dampak multidimensional yang langsung dirasakan oleh masyarakat. Jembatan Merah Putih Presisi yang tersebar di 110 titik di seluruh kota/kabupaten di Provinsi Riau kini mempercepat akses pendidikan, pertumbuhan ekonomi, hingga pelayanan publik dan kesehatan.
110 Jembatan Merah Putih Presisi yang dibangun Polda Riau bersama yayasan itu telah diresmikan oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo beberapa waktu lalu. Kapolri menyampaikan apresiasi atas terbangunnya 110 jembatan ini dan berharap keberadaan jembatan ini memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
“Sehingga diharapkan ini akan membantu masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan harapan kita anak-anak bisa tumbuh menjadi anak yang baik dan berhasil,” kata Kapolri saat itu.
Apresiasi Yayasan
Jembatan Merah Putih Presisi ini terwujud berkat kolaborasi elemen masyarakat. Dua yayasan turut berkontribusi langsung dalam pembangunan jembatan tersebut.
Adalah Yayasan Putra Peduli bersama Relawan 1011 dan Yayasan Harmoni Nusa. Kontribusi yayasan tersebut memberikan manfaat luar biasa dalam mendukung terbukanya akses masyarakat di pelosok.
Sehingga, atas kontribusi nyata tersebut, Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan memberikan apresiasi kepada kedua yayasan tersebut.
Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Irjen Pol Herry Heryawan kepada Yayasan Putra Peduli bersama Relawan 1011 dan Yayasan Harmoni Nusa, pada Senin (10/8/2026).
Menurutnya, keterlibatan elemen masyarakat menjadi bagian penting dari semangat yang dibangun melalui program Jembatan Merah Putih Presisi.
“Penghargaan ini adalah bentuk penghormatan atas kepedulian dan semangat gotong royong. Ketika pemerintah, Polri dan seluruh elemen masyarakat bergerak bersama, persoalan yang berat sekalipun bisa kita selesaikan,” kata Irjen Herry Heryawan, Senin (10/8).
Ia menegaskan, pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi sejak awal dibangun melalui semangat kolaborasi. Polri tidak bekerja sendiri, tetapi bergerak bersama pemerintah daerah, TNI, dunia usaha, komunitas, relawan hingga masyarakat.
“Jembatan ini bukan hanya konstruksi fisik. Di balik setiap jembatan yang dibangun, ada akses yang terbuka, ekonomi masyarakat yang bergerak, anak-anak yang lebih mudah bersekolah dan pelayanan publik yang semakin dekat,” imbuhnya.
Kapolda berharap, keterlibatan kedua yayasan tersebut dapat menginspirasi semakin banyak pihak untuk ikut berkontribusi dalam menyelesaikan persoalan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Ia menekankan bahwa olaborasi menjadi kekuatan untuk mempercepat hadirnya solusi, terutama bagi masyarakat di wilayah yang selama ini memiliki keterbatasan akses.
Program Jembatan Merah Putih Presisi merupakan salah satu gerakan Polri untuk membuka akses masyarakat melalui pembangunan dan perbaikan jembatan di berbagai wilayah. Program ini sekaligus merupakan tindaklanjut arahan Presiden Prabowo Subianto kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit yang kemudian dilaksanakan oleh seluruh jajaran polda, termasuk Polda Riau.
Program tersebut menyasar jembatan yang menjadi akses penting masyarakat menuju sekolah, fasilitas kesehatan, pusat perekonomian maupun aktivitas sehari-hari masyarakat, terutama di desa-desa terpelosok yang kurang tersentuh.
Melalui program tersebut, Polda Riau ingin memastikan kehadiran Polri tidak hanya dirasakan dalam menjaga keamanan dan penegakan hukum, tetapi juga melalui upaya yang memberikan manfaat langsung bagi kehidupan masyarakat.
