Polytron Surabaya International Challenge 2026 Diikuti Pebulu Tangkis Dari 14 Negara

oleh -
oleh
Polytron Surabaya International Challenge 2026 Diikuti 279 Pebulu Tangkis Dari 14 Negara. (foto

LenteraKepri.com, Batam – Bertambahnya jumlah turnamen internasional level International Challenge dan Super 100 di Indonesia pada musim kompetisi 2026 membuka lebih banyak kesempatan bagi para pebulu tangkis nasional untuk meningkatkan pengalaman sekaligus menguji kemampuan di level internasional.

Kehadiran turnamen-turnamen tersebut di sejumlah kota juga membuat akses pemain Indonesia terhadap kompetisi internasional semakin terbuka.

Selain menjadi ruang untuk mengasah kemampuan, rangkaian turnamen itu memberikan peluang bagi para pemain untuk mengumpulkan poin peringkat dunia.

Dengan lebih banyak kompetisi yang digelar di dalam negeri, para pebulu tangkis Indonesia memiliki kesempatan lebih besar untuk membangun peringkat dan secara bertahap mempersiapkan diri menuju level kompetisi yang lebih tinggi.

“Memang alasan Polytron dan PP PBSI menggelar sejumlah turnamen internasional, baik level International Challenge maupun Super 100, adalah untuk memberikan kesempatan bertanding yang lebih banyak kepada para atlet Indonesia,” kata Ketua Panitia Pelaksana Polytron Surabaya International Challenge 2026 Yuni Kartika, dalam sesi jumpa pers Polytron Surabaya International Challenge 2026 di Surabaya, Senin (21/9) siang.

“Khusus untuk level International Challenge, turnamen ini menjadi pintu masuk bagi pemain untuk mengumpulkan poin di level senior, terutama bagi mereka yang sedang beralih dari kategori junior ke senior,” Yuni, menambahkan.

Menurutnya, semakin banyaknya turnamen internasional di dalam negeri juga membantu para pemain Indonesia mengurangi frekuensi perjalanan ke luar negeri dalam upaya mengumpulkan poin peringkat dunia. Ia pun mengapresiasi dukungan Polytron terhadap penyelenggaraan sejumlah turnamen level International Challenge dan Super 100 di Indonesia yang dinilai membuka lebih banyak kesempatan bagi atlet nasional untuk bertanding.

Seiring semakin banyaknya turnamen internasional yang digelar di Indonesia, termasuk Polytron Surabaya International Challenge 2026 di “Kota Pahlawan” pada pekan ini, Yuni melihat persaingan antarpemain berpotensi semakin ketat pada musim kompetisi mendatang. Hal tersebut tidak terlepas dari rencana Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) menerapkan sistem skor baru 15×3 mulai Januari 2027.

“Tahun depan itu akan semakin tidak mudah dengan pakai poin 15, bukan lagi 21. Buat pembinaan, menarik. Namun, Indonesia juga akan mendapatkan saingan yang lebih banyak dan merata,” katanya.

Sejalan dengan hal tersebut, Public Relation Manager Polytron, Kenny Meigar, mengatakan dukungan terhadap penyelenggaraan turnamen internasional di Indonesia merupakan bagian dari kontribusi perusahaan dalam membuka lebih banyak ruang kompetisi bagi para pebulu tangkis. Menurutnya, digelarnya turnamen di berbagai daerah juga memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk lebih dekat dan menyaksikan secara langsung perkembangan olahraga prestasi.

“Hari ini kita di Surabaya, tentu bukan yang terakhir sebenarnya. Jadi masih ada dua lagi yang dimulai. Bulan depan itu kita ada juga di Yogyakarta kemudian di Kudus,” ungkapnya.

“Jadi, Polytron itu tidak akan berhenti hanya sampai di sini, tetapi terus berupaya mendukung pelaksanaan bulu tangkis itu semaksimal mungkin. Karena sebenarnya rasa-rasanya, ya, untuk saat ini tidak ada yang bisa menyatukan kita sebegitu erat selain olahraga, salah satunya bulu tangkis,” Kenny, menjelaskan.

Kenny berharap, keterlibatan Polytron dalam penyelenggaraan turnamen bulu tangkis dapat menjadi sarana untuk mempererat hubungan sekaligus membangun semangat kebersamaan di antara berbagai pihak yang terlibat dalam perkembangan olahraga tersebut.

Polytron Surabaya International Challenge 2026 diikuti 279 pebulu tangkis dari 14 negara tercatat akan bersaing di Surabaya, dengan Indonesia menjadi negara penyumbang peserta terbanyak, yakni 162 pemain. Negeri jiran Malaysia menyusul dengan 40 peserta. Selain kedua negara tersebut, peserta lainnya berasal dari Taiwan (15), Singapura (13), Filipina (11), Jepang (9), Thailand (9), India (7), Vietnam (6), dan Australia serta Brunei Darussalam masing-masing dua peserta. Amerika Serikat, Inggris, dan Sri Lanka masing-masing mengirimkan satu peserta untuk meramaikan persaingan.

Kehadiran turnamen yang digelar pada 22–27 September, di GOR Sudirman, Surabaya, Jawa Timur (Jatim), tidak hanya menjadi panggung persaingan pebulu tangkis nasional dan mancanegara, tetapi juga kesempatan bagi masyarakat untuk menikmati pertandingan internasional secara langsung. Seluruh pertandingan dapat disaksikan secara gratis tanpa perlu membeli tiket, sehingga pecinta bulu tangkis di Surabaya dan Jawa Timur memiliki kesempatan untuk datang langsung ke arena.

Akses tanpa tiket tersebut diharapkan dapat mendorong lebih banyak masyarakat memenuhi GOR Sudirman dan memberikan dukungan kepada para atlet yang berlaga. Kehadiran penonton juga akan menambah semarak sekaligus menghadirkan atmosfer pertandingan yang lebih hidup sepanjang turnamen.