LenteraKepri.com, Batam – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS (USD) menguat pada penutupan perdagangan Selasa, 20 Oktober 2026.
Dikutip dari data Bloomberg, rupiah bergerak naik 54 poin atau 0,30 persen menjadi Rp17.992 per USD, dibandingkan penutupan sore kemarin pada level Rp18.027 per USD.
Sementara Yahoo Finance mencatat, rupiah menguat pada level Rp17.995 per USD. Rupiah naik 52 poin atau 0,29 persen.
“Pada perdagangan sore ini, mata uang rupiah ditutup menguat 54 poin sebelumnya sempat menguat 60 poin pada level Rp17.992 per USD,” kata Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuabi, dalam keterangan tertulis, Selasa, 20 Oktober 2026.
Jika dibandingkan dengan perdagangan tadi pagi, nilai tukar rupiah tercatat menguat terhadap USD. Rupiah dibuka pada level Rp18.024 per USD.
Menurut riset Ibrahim penguatan rupiah terhadap USD dipengaruhi oleh capaian realisasi investasi Indonesia sepanjang Januari hingga September 2026. Jumlah investasi tercatat Rp1.539,2 triliun atau 75,4 persen dari target tahun ini, dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 2.194.496 orang.
“Capaian realisasi investasi triwulan III-2026 mencapai Rp528,7 triliun,” kata Ibrahim.
Realisasi investasi selama sembilan bulan pertama 2026 terdiri atas penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp777,8 triliun atau 50,5 persen. Kemudian penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp761,4 triliun atau 49,5 persen.
Ibrahim memprediksi mata uang Garuda bergerak fluktuatif untuk perdagangan Rabu, 21 Oktober 2026. Rupiah diprediksi ditutup melemah pada rentang Rp17.990 per USD hingga Rp18.040 per USD.
“Sedangkan perdagangan dalam minggu ini pada rentang Rp17.850 hingga Rp18.200 per USD,” ucap dia.(red)
