LenteraKepri.com, Batam – Kualitas udara di Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri), semakin memburuk menjelang siang pada Rabu (28/10/2026). Indeks Kualitas Udara atau Air Quality Index (AQI) tercatat mencapai 121 berdasarkan pembaruan data pemantauan pukul 09.51 WIB.
Angka ini meningkat dibandingkan pemantauan sebelumnya pada pukul 08.41 WIB, ketika AQI Batam berada di angka 117. Kenaikan tersebut menunjukkan bahwa kualitas udara terus mengalami penurunan berdasarkan data pemantauan yang tersedia.
Konsentrasi partikulat halus PM2.5 juga meningkat dari 42 menjadi 44 mikrogram per meter kubik (µg/m³). Sementara itu, kadar PM10 tercatat sebesar 52 µg/m³.
Dalam klasifikasi yang ditampilkan sumber pemantauan, AQI 121 masuk kategori buruk. Kondisi ini perlu menjadi perhatian masyarakat, terutama kelompok yang sensitif terhadap polusi udara.
AQI Batam Naik Menjadi 121, Ini Data Terbarunya
Berdasarkan data pemantauan kualitas udara real-time yang diperbarui pukul 09.51 WIB, berikut kondisi polusi udara di Batam:
- AQI: 121
- Kategori: Buruk, sesuai klasifikasi pada sumber pemantauan
- PM2.5: 44 µg/m³
- PM10: 52 µg/m³
Data tersebut memperlihatkan bahwa konsentrasi PM2.5 meningkat dalam rentang pemantauan pagi hari. Partikel halus ini berukuran sangat kecil sehingga dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan.
Paparan polusi udara dapat memicu iritasi dan memperburuk gangguan pernapasan, terutama bagi orang yang memiliki asma atau kondisi kesehatan tertentu.
PM2.5 Batam Hampir 3 Kali Pedoman WHO
Konsentrasi PM2.5 di Batam tercatat sebesar 44 µg/m³. Angka tersebut sekitar 2,9 kali nilai 15 µg/m³ yang digunakan sebagai pembanding dari pedoman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk rata-rata paparan PM2.5 selama 24 jam.
Perbandingan ini perlu dipahami secara tepat karena angka pemantauan saat ini merupakan pengukuran pada waktu tertentu, sedangkan pedoman WHO tersebut menggunakan periode rata-rata 24 jam.
Meski demikian, peningkatan konsentrasi partikulat halus menjadi alasan bagi masyarakat untuk memperhatikan kondisi udara sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan.
Anak-anak, lansia, serta orang dengan penyakit pernapasan atau jantung sebaiknya lebih berhati-hati ketika kualitas udara memburuk.
Hujan Ringan, Kualitas Udara Batam Tetap Memburuk
Data pemantauan pada pukul 09.51 WIB menunjukkan Batam mengalami hujan ringan dengan suhu udara 28 derajat Celsius.
Kelembapan udara tercatat sebesar 75 persen, sedangkan kecepatan angin mencapai 5 kilometer per jam. Indeks UV berada di angka 3,9.
Meskipun hujan ringan sedang berlangsung, AQI Batam tetap meningkat menjadi 121. Hal ini menunjukkan bahwa kondisi hujan pada saat pengukuran belum diikuti penurunan indeks kualitas udara.
Perubahan kualitas udara dipengaruhi berbagai faktor, termasuk sumber emisi, pergerakan angin, dan kondisi atmosfer. Karena itu, perkembangan AQI perlu dipantau secara berkala sepanjang hari.
Warga Batam Diimbau Mengurangi Paparan Polusi
Ketika kualitas udara memburuk, masyarakat dapat mengambil langkah sederhana untuk mengurangi paparan polutan.
Beberapa hal yang dapat dilakukan antara lain:
- Mengurangi aktivitas fisik berat di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk.
- Memantau perkembangan AQI sebelum bepergian atau berolahraga.
- Menggunakan respirator seperti masker N95 atau KN95 yang terpasang dengan baik jika diperlukan untuk mengurangi paparan partikulat.
- Menjaga kualitas udara di dalam ruangan dan mengurangi masuknya udara luar ketika polusi meningkat.
- Segera mencari pertolongan medis jika mengalami sesak napas berat atau gejala serius lainnya.
Masyarakat juga disarankan memperhatikan gejala yang muncul, bukan hanya berpatokan pada angka AQI.
Catatan: Data dalam berita ini mengacu pada pemantauan kualitas udara di Batam yang diperbarui pada Rabu, 28 Oktober 2026, pukul 09.51 WIB. Nilai AQI, konsentrasi polutan, dan kondisi cuaca dapat berubah sewaktu-waktu.
