Stok Pangan Melimpah, El Nino Tetap Mengkhawatirkan

oleh -
oleh
Stok beras di gudang Bulog, Jakarta. (beritasatu.com)

LenteraKepri.com, Batam – Anggota Komisi IV DPR Rokhmin Dahuri menilai kondisi stok pangan nasional perlu tetap diwaspadai meski pemerintah menyatakan ketersediaan pangan, khususnya beras, dalam kondisi aman.

Menurutnya, stok beras yang tersedia saat ini merupakan carry over dari produksi sebelumnya dan belum bisa menjadi alasan untuk mengabaikan ancaman El Nino yang kuat.

Rokhmin menyebut stok beras di gudang Perum Bulog saat ini berada di kisaran 4,7 juta ton. Sementara kebutuhan konsumsi beras nasional dalam setahun mencapai sekitar 33 juta ton.

“Enggak, itu stok pangan itu carry over yang ada di gudang Bulog sekitar 4,7 juta ton tetapi kebutuhan konsumsi tahun ini kan sekitar 33 juta ton itu,” kata Rokhmin kepada awak media di Kompleks Parlemen pada Jumat (14/8/2026).

Menurut dia, kondisi tahun lalu masih relatif aman karena produksi beras nasional mencapai sekitar 34 juta ton. Namun, Rokhmin menyoroti penurunan produksi yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir berdasarkan data yang disodorkan BPS.

“Nah, kalau tahun lalu aman karena produksinya 34 juta ton tetapi sekali lagi dari data yang disodorkan BPS dalam dua bulan terakhir saja kita sudah menurun 18%, itu harus diwaspadai,” ujarnya.

Rokhmin mengingatkan pemerintah agar tidak menganggap ringan dampak el nino terhadap produksi pangan. Ia menilai Indonesia pernah mengalami kondisi serupa ketika harus mengimpor beras dalam jumlah besar meski sebelumnya pemerintah menyatakan Indonesia telah mencapai swasembada beras.

“Sekali lagi ini bukan isapan jempol, tetapi kita mengalami apa namanya kekacauan pada tahun 2024 harus mengimpor beras 4,7 juta ton. Padahal tahun 2022-nya pemerintah mengeklaim itu sudah swasembada beras,” tuturnya.

Karena itu, ia meminta pemerintah memperkuat langkah antisipasi terhadap El Nino yang disebut dapat memperpanjang musim kemarau sekaligus meningkatkan suhu bumi.

Menurut Rokhmin, kondisi tersebut berpotensi memberikan tekanan terhadap produksi pertanian dan ketahanan pangan nasional apabila tidak diantisipasi sejak awal.