Udara Batam Masih Tidak Sehat! AQI Tembus 170, PM2.5 Capai 5,5 Kali Lipat Batas WHO

oleh -
Udara Batam Masih Tidak Sehat! AQI Tembus 170, PM2.5 Capai 5,5 Kali Lipat Batas WHO
Kualitas udara di Kota Batam, Sabtu (24/10/2026) pagi, masih tidak sehat (ilustrasi)

LenteraKepri.com, Batam – Warga Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri), masih harus mewaspadai pencemaran udara pada Sabtu (24/10/2026) pagi. Indeks Kualitas Udara atau Air Quality Index (AQI) di wilayah Batam tercatat mencapai 170, masuk kategori tidak sehat, berdasarkan data pemantauan real-time yang diperbarui pukul 06.31 WIB.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa polusi udara di Batam masih menjadi perhatian serius. Konsentrasi partikel halus PM2.5 bahkan mencapai 83 mikrogram per meter kubik (µg/m³), sedangkan PM10 tercatat sebesar 95 µg/m³.

Angka ini menjadi peringatan bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menjalankan aktivitas di luar ruangan, terutama kelompok yang lebih rentan terhadap dampak pencemaran udara.

AQI Batam Tembus 170, PM2.5 Jauh di Atas Pedoman WHO

Berdasarkan data AQI Batam | Polusi Udara, indeks kualitas udara di Batam pada pukul 06.31 WIB berada di angka 170 dengan kategori tidak sehat.

Pada saat pengukuran, kondisi cuaca dilaporkan berkabut atau mist, dengan suhu udara 27 derajat Celsius. Kelembapan mencapai 83 persen, sementara kecepatan angin tercatat 6,8 kilometer per jam.

Partikel PM2.5 menjadi salah satu perhatian utama karena ukurannya sangat kecil sehingga dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan.

Data pemantauan menunjukkan konsentrasi PM2.5 di Batam mencapai 83 µg/m³. Angka tersebut sekitar 5,5 kali lebih tinggi dibandingkan nilai 15 µg/m³ yang dicantumkan sebagai pembanding dalam data pemantauan berdasarkan pedoman WHO.

Sementara itu, konsentrasi PM10 tercatat mencapai 95 µg/m³. Kedua jenis partikulat ini dapat memengaruhi kesehatan, terutama ketika masyarakat terpapar dalam waktu lama atau berulang.

Apa Dampak Polusi Udara bagi Warga Batam?

Paparan partikel halus PM2.5 dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, khususnya pada sistem pernapasan dan kardiovaskular. Dampaknya dapat berbeda-beda, bergantung pada tingkat paparan, durasi, dan kondisi kesehatan setiap orang.

Masyarakat dapat mengalami iritasi saluran pernapasan, batuk, sesak napas, atau memburuknya gejala pada orang yang memiliki asma maupun penyakit paru-paru.

Anak-anak, lansia, ibu hamil, serta orang yang memiliki penyakit jantung atau gangguan pernapasan perlu memberikan perhatian lebih terhadap kondisi udara.

Meski demikian, data AQI saja tidak dapat memastikan bahwa seseorang akan mengalami gangguan kesehatan. Risiko ditentukan oleh berbagai faktor, termasuk tingkat paparan dan kerentanan individu.

Langkah yang Perlu Dilakukan Saat Kualitas Udara Buruk

Ketika kualitas udara berada dalam kategori tidak sehat, masyarakat disarankan mengurangi aktivitas fisik berat di luar ruangan dan membatasi waktu berada di area dengan tingkat polusi tinggi.

Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan:

  • Mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama olahraga berat.
  • Menggunakan masker respirator yang sesuai, seperti N95 atau KN95, apabila harus beraktivitas di luar ruangan.
  • Menutup jendela ketika udara luar tercemar, jika kondisi dalam ruangan lebih bersih.
  • Menggunakan penyaring udara dalam ruangan apabila tersedia.
  • Memantau perkembangan kualitas udara melalui sumber pemantauan yang diperbarui secara berkala.
  • Segera mencari pertolongan medis jika mengalami sesak napas berat, nyeri dada, atau gejala serius lainnya.

Warga Diminta Terus Memantau Perkembangan Udara

Angka AQI 170 pada Sabtu pagi menunjukkan bahwa kualitas udara di Batam, masih berada dalam kategori tidak sehat berdasarkan skala AQI yang digunakan sumber pemantauan tersebut.

Namun, satu kali pengukuran belum cukup untuk menyimpulkan apakah kondisi udara akan memburuk atau membaik sepanjang hari. Perubahan konsentrasi polutan dapat dipengaruhi oleh cuaca, arah dan kecepatan angin, serta sumber emisi di sekitar wilayah pemantauan.

Karena itu, warga Batam disarankan terus mengikuti pembaruan kualitas udara dan menyesuaikan aktivitas harian dengan kondisi terkini.

Catatan: Data dalam berita ini mengacu pada pembaruan pemantauan kualitas udara di Patam, Batam, pada 24 Oktober 2026 pukul 06.31 WIB. Nilai AQI dan konsentrasi polutan dapat berubah seiring waktu.