LenteraKepri.com, Batam – Pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama bertahan diposisi keenam pada klasemen sementara Moto3 2026, usai finis di posisi kesembilan balapan utama Motor3 Inggris 2026, di Sirkuit Silverstone, Minggu (9/8/2026).
Dikutip dari laman MotoGP, pembalap asal Gunungkidul, Yogyakarta, yang tergabung dalam Honda Team Asia tersebut kini mengantongi total 97 poin.
Veda, yang dua kali naik podium serie Motor3, akan turun pada balapan Moto3 di Qatar Airways Grand Prix Inggris, dengan menunggangi motor Honda bertenaga 250 cc.
Sebelum menyaksikan aksi Veda, dibalapan berhadiah €1.900, untuk peringkat pertama, mari kita menengok kembali kiprah menawan Veda Ega Pratama (Honda Team Asia) pada paruh pertama Moto3 musim ini.
Veda membuat gebrakan pada putaran pembuka di GP Thailand. Mengamankan posisi start keempat, yang kemudian berhasil dikonversinya menjadi finis kelima. Sejak awal hingga akhir, ia terlibat pertarungan sengit untuk memperebutkan podium – melawan nama-nama, seperti Valentin Perrone (Red Bull KTM Tech3), Alvaro Carpe (Red Bull KTM Ajo) serta Adrian Fernandez (Leopard Racing).
Sejarah lalu tercipta di GP Brasil. Hanya dalam balapan keduanya di Moto3, Veda menjadi pembalap Indonesia pertama yang meraih podium Grand Prix. Menghadapi race yang dimulai ulang, ia berhasil meraih finis ketiga usai menaklukkan Carpe pada lap terakhir.
Menuju ke Austin, Veda berbekal podium perdana. Namun, ia dipaksa menelan pil pahit. Highside di Tikungan 11 memaksanya harus mengakhiri perlombaan lebih awal. Meski begitu, ia bangkit di Jerez. Menggapai lima besar setelah start dari posisi ke-17. Veda juga mencetak rekor kecepatan tertinggi (Top Speed), yakni 222,2 km/jam.
Podium kembali diraih Veda di Le Mans dalam kondisi balapan basah. Hukuman didiskualifikasi yang dijatuhkan kepada Fernandez membuat pembalap asal Gunungkidul, Yogyakarta itu dipromosikan finis ketiga.
Menghadapi putaran GP Catalunya, Veda start dari grid ke-20. Comeback apik diperlihatkannya dengan mengemas finis ketujuh, naik satu posisi karena rookie Brian Uriarte (Red Bull KTM Ajo) didiskualifikasi dari balapan.
Beraksi di Mugello, Veda meraih posisi kedelapan. Sementara di Balaton Park, ia diganjar Long Lap Penalty. Upayanya untuk mendulang poin tak membuahkan hasil. Kibaran bendera merah pada lap terakhir memastikan posisi akhirnya adalah finis ke-16.
Brno menandai performa terbaik Veda. Sepanjang balapan, ia bersaing dalam barisan depan demi kemenangan dan podium. Rider #9 bahkan membubuhkan rekor Best Race Lap 2 menit 04,524 detik pada Lap 4. Veda menyelesaikan lomba di urutan kelima.
DNF (Did Not Finish/tidak finis balapan) kembali dicatatkan oleh Veda di Assen. Mengawali balapan secara solid, bahkan sempat memimpin, ia kehilangan momentum yang diikuti dengan crash di Tikungan 4 pada Lap 8.
Paruh pertama musim ditutup oleh Veda dengan raihan finis kedelapan di Sachsenring. Menyusul tambahan delapan poin, ia naik ke peringkat keenam klasemen dan mengumpulkan 90 poin. Veda bahkan menjadi satu-satunya pembalap Honda dalam sepuluh besar klasemen.
Dengan 11 balapan tersisa sepanjang paruh kedua musim, peluang terbuka lebar bagi Veda untuk mencetak hasil terbaik serta menambah pundi-pundi poinnya dalam Kejuaraan.
