Viral 22 Detik di Batam, Video Ayah-Anak di Pompong Bikin Netizen Heboh, Ini Penjelasan Polisi

oleh -
oleh
Viral 22 Detik di Batam, Video Ayah-Anak di Pompong Bikin Netizen Heboh, Ini Penjelasan Polisi
Dikira pencabulan, ternyata ini kasusnya (tangkapan layar)

LenteraKepri.com, Batam – Video berdurasi 22 detik yang memperlihatkan seorang pria dan perempuan di atas boat pompong di perairan Batam viral di media sosial dan memicu berbagai spekulasi publik.

Peristiwa tersebut diketahui terjadi di perairan Pulau Mubud, Kecamatan Galang, pada Senin (23/3/2026).

Dalam video yang beredar, terlihat seorang pria memeluk perempuan di atas pompong, sementara sejumlah nelayan mendekat. Perekam video bahkan terdengar berteriak meminta pria tersebut menghentikan aksinya.

Namun, fakta sebenarnya berbeda dari narasi yang beredar. Kanit Reskrim Polsek Galang, Iptu Hasmir, memastikan bahwa kejadian tersebut bukan pencabulan.

“Benar keduanya ayah dan anak. Perempuan tersebut juga sudah dewasa,” jelasnya saat dikonfirmasi, Jumat (27/3/2026).

Menurut Hasmir, insiden itu terjadi saat sang ayah menjemput anaknya dari kawasan Rempang Cate menuju Pulau Karas. Di tengah perjalanan, pria tersebut diduga mengalami kesurupan.

Dalam kondisi tidak sadar, sang ayah merangkul anaknya dengan erat. Korban yang ketakutan kemudian melambaikan tangan meminta pertolongan kepada nelayan di sekitar lokasi.

Melihat situasi tersebut, sejumlah nelayan dan warga mendekat untuk membantu. Dalam kondisi panik, korban bahkan nekat melompat ke laut demi menyelamatkan diri.

Beruntung, korban berhasil diselamatkan oleh warga yang berada di sekitar perairan. Sementara itu, sang ayah kemudian diamankan oleh pihak kepolisian untuk penanganan lebih lanjut.

“Setelah anak itu melompat, dia ditolong warga dan nelayan. Sementara ayahnya kami amankan,” tambah Hasmir.

Meski sempat viral dan memicu keresahan, kasus ini tidak berlanjut ke ranah hukum. Pihak keluarga memilih menyelesaikan permasalahan tersebut secara kekeluargaan dan korban tidak membuat laporan resmi.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk tidak langsung menyimpulkan sebuah kejadian dari potongan video yang beredar di media sosial tanpa mengetahui fakta sebenarnya.