110 Kurir, 2 Ton Sabu, Rp 5 Triliun! Terungkap Peran Mengerikan Dewi Astutik di Kartel Golden Triangle

oleh -
110 Kurir, 2 Ton Sabu, Rp 5 Triliun! Terungkap Peran Mengerikan Dewi Astutik di Kartel Golden Triangle
Ratu sabu Golden Triangle, Dewi Astutik ditangkap BNN di Kamboja, Selasa (2/12/2025) (dok bnn)

LenteraKepri.com, Batam – Nama Dewi Astutik mungkin terdengar biasa. Namun di balik identitas itu, tersembunyi sosok pekerja migran Indonesia (PMI) yang diduga menjadi otak jaringan narkoba internasional Golden Triangle.

Bukan kasus kecil. Sabu seberat 2 ton senilai Rp 5 triliun dan lebih dari 110 kurir asal Indonesia disebut berada dalam kendalinya.

Namun, siapa sebenarnya Dewi Astutik? Bahkan itu masih menjadi tanda tanya besar.

Identitas Misterius: Warga Tak Kenal Nama Dewi Astutik

Identitas dalam fotokopi KTP mencantumkan alamat Dusun Sumber Agung, Desa Balong, Ponorogo.

Namun tidak ada warga bernama Dewi Astutik.

Kepala Dusun Sumber Agung, Gunawan seperti dikutip kompas, Rabu (3/12/2025), mengaku foto di KTP adalah warganya.

Tetapi namanya bukan Dewi Astutik, melainkan PA.

“Alamat itu memang warga sini dan fotonya juga kenal,” ujar Gunawan, Selasa (27/5/2025).

PA disebut sudah lama bekerja di luar negeri, mulai dari Hongkong, Taiwan, hingga Kamboja.

Mulai Masuk Radar BNN Sejak 2024

Nama Dewi mulai mencuat setelah BNN mengungkap penyelundupan heroin 2,76 kilogram di Bandara Soekarno-Hatta (24/9/2024).

Dari penangkapan ZM dan SS, penyidik mengarah kepada AH. Dia memerintahkan kurir untuk mengambil heroin dari Dewi di Kamboja.

Dari sinilah Dewi teridentifikasi sebagai “bos kurir” Indonesia.

Operasi Sabu Rp 5 Triliun

Nama Dewi kembali muncul dalam kasus raksasa:
2 ton sabu dari kapal Sea Dragon Tarawa di Kepulauan Riau (22/5/2025).

Seluruh kurir WNI, dan tiket perjalanan mereka dibeli oleh jaringan Dewi Astutik.

“Dewi Astutik memainkan peran penting dalam proses rekrutmen ini,” Kepala BNN, Komjen Marthinus Hukom

Skala operasinya: setara modal kartel global.

Buronan Interpol dan Penangkapan Dramatis di Kamboja

Dewi telah masuk red notice Interpol sejak 2024.
Setelah perburuan panjang lintas negara, akhirnya ia ditangkap di Sihanoukville, Kamboja, Selasa (2/12/2025).

Operasi melibatkan: BNN, Interpol, Kepolisian Kamboja, KBRI Phnom Penh, Atase Pertahanan & BAIS TNI.

Dewi ditangkap saat hendak menuju lobi hotel dan langsung dibawa ke Phnom Penh untuk verifikasi identitas sebelum diekstradisi ke Indonesia.

Misteri Belum Terjawab

Siapa nama asli PA?
Bagaimana bisa PMI biasa naik jadi pengendali kartel Golden Triangle?
Apakah masih ada jaringan kurir lain yang belum terungkap?

Semua itu akan bergantung pada hasil pemeriksaan intensif BNN setelah Dewi dipulangkan ke Indonesia.