LenteraKepri.com, Batam — Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Kepulauan Riau (Kepri) berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkoba jenis sabu seberat 100 gram yang disembunyikan di dalam perut seorang penumpang pesawat di Bandara Internasional Hang Nadim Batam.
Kasubdit II Ditresnarkoba Polda Kepri, AKBP Ruslaeni, mengungkapkan bahwa pelaku berinisial AL alias Dul, warga Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Dia nekat menyelundupkan sabu dengan cara ekstrem.
“Ini modus lama yang kembali marak dilakukan para bandar narkoba. Mereka menyembunyikan sabu di dalam tubuhnya untuk mengelabui petugas,” ujar Ruslaeni, Rabu (22/10/2025).
Kasus ini terungkap pada Jumat (17/10) pagi, saat petugas keamanan Bandara Hang Nadim mencurigai gerak-gerik mencurigakan pelaku di terminal keberangkatan A9.
AL terlihat gelisah dan menunjukkan perilaku tidak wajar, sehingga petugas memutuskan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Setelah diinterogasi, pelaku akhirnya mengaku telah menyimpan sabu di dalam tubuhnya. Polisi kemudian membawa AL ke RS Bhayangkara Batam untuk dilakukan pemeriksaan radiologi.
“Hasil rontgen menunjukkan ada dua buah kapsul di dalam perutnya. Setelah diminta mengeluarkannya di toilet rumah sakit, ditemukan dua kapsul berisi sabu seberat 100 gram,” jelas Ruslaeni.
Dari hasil penyelidikan, pelaku mengaku sudah tiga kali melakukan aksi penyelundupan dengan modus yang sama. Namun kali ini, upayanya berhasil digagalkan oleh petugas.
“Tersangka sudah menjadi target operasi (TO) kami sejak lama. Ia biasa menjadi kurir antarprovinsi yang dikendalikan jaringan narkoba dari luar Batam,” tambah Ruslaeni.
Kini, pelaku telah diamankan di Polda Kepri untuk pemeriksaan lebih lanjut guna mengungkap jaringan pengedar yang lebih besar. Polisi juga tengah memburu pihak yang memerintahkan Dul membawa sabu tersebut ke Batam.
Ruslaeni menegaskan, pihaknya tidak akan memberi ruang bagi siapa pun yang mencoba menyelundupkan narkoba melalui jalur udara, laut, maupun darat.
“Kami akan terus memperketat pengawasan di seluruh pintu masuk Batam, karena Batam sering dijadikan transit utama bagi jaringan internasional,” tegasnya. (r/den)
