LenteraKepri.com, Batam – Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mencanangkan Kota Batam sebagai pusat hilirisasi industri nasional. Ia menegaskan Batam tak boleh lagi hanya menjadi daerah pengekspor bahan mentah tanpa nilai tambah.
Pernyataan itu disampaikan AHY saat menghadiri perayaan Imlek 2026 di Nagoya, Batam, Senin (16/2/2026). Menurutnya, hilirisasi merupakan kunci agar kekayaan sumber daya alam Indonesia mampu diolah menjadi produk bernilai tinggi dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
“Hilirisasi adalah bagian yang sangat penting. Tidak mungkin kita hanya mengekspor sumber daya alam, kita harus menciptakan nilai tambah,” tegas AHY di hadapan masyarakat dan pelaku usaha.
Tak hanya itu, AHY juga menyoroti pentingnya pengembangan industri berbasis teknologi agar mampu menyerap tenaga kerja lokal, khususnya generasi muda yang kini mendominasi struktur penduduk Batam.
“Banyak masyarakat kita yang masih muda dan produktif. Mereka perlu disiapkan skill-nya agar siap masuk ke industri modern,” ujarnya.
Sebagai Menko IPK, AHY berjanji akan memastikan pembangunan infrastruktur Batam dilakukan secara merata dan berkelanjutan.
Infrastruktur, kata dia, harus benar-benar menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi, apalagi Batam memiliki status Free Trade Zone (FTZ) dan posisi strategis di jalur perdagangan internasional.
“Batam sejak awal dirancang sebagai motor ekonomi nasional dan gerbang Indonesia ke Asia Tenggara, bahkan dunia. Itu yang akan terus kita perkuat,” kata Ketua Umum Partai Demokrat tersebut.
Realisasi Investasi Batam
Sementara itu, Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, mengungkapkan capaian investasi Batam yang melampaui ekspektasi. Ia menyebut realisasi investasi tahunan Batam telah menembus Rp69,3 triliun, jauh di atas target awal.
“Kita menargetkan investasi Rp60 triliun per tahun, tapi realisasinya mencapai Rp69,3 triliun atau 115,5 persen. Ini bukti kepercayaan investor terus meningkat,” ujar Amsakar.
Dengan tren positif tersebut, Pemerintah Kota Batam menargetkan pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 9,5 hingga 10 persen pada 2029. Dorongan hilirisasi, penguatan infrastruktur, dan masuknya investasi besar diyakini akan menjadikan Batam sebagai salah satu episentrum pertumbuhan ekonomi nasional dalam beberapa tahun ke depan.
