LenteraKepri.com, Batam – Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Akhmad Munir, melantik Pengurus PWI Kepri periode 2023 – 2028 di Hotel Harmoni One, Batam Centre, Kamis (17/9/2026).
Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, menegaskan dualisme kepengurusan PWI Kepri di daerah telah berakhir, seiring dengan berakhirnya dualisme kepengurusan PWI ditingkat pusat.
Munir menjelaskan dualisme PWI bermula setelah kemelut di dalam kepengurusan PWI pimpinan Hendri CH Bangun, sehingga terjadi Kongres Bandung 2023, dan berlanjut dengan Kongres Luar Biasa (KLB) Jakarta pada 2024.
Kemelut tersebut melahirkan dualisme kepengurusan PWI di tingkat Pusat, dan menjalar keberbagi daerah, termasuk Kepulauan Riau. Itu sebabnya ada dua kali pelantikan kepengurusan PWI Kepri.
“Cerita berawal dari dualisme PWI. Sempat ada dua kepengurusan, satu dipimpin hasil Kongres Bandung tahun 2023 dibawah Bapak Henry CH Bangun, dan tahun 2024 Kongres Luar Biasa di Jakarta dipimpin (almarhum) Zulmansyah Sekedang,” jelas Munir.
Dualisme PWI, ucap Munir, berefek ke berbagai daerah, seperti Jawa Barat, Banten, Sumatera Barat, Bangka Belitung, Riau, dan Kepulauan Riau (Kepri). Penyatuan PWI tingkat pusat dicapai melalui Kongres Persatuan di Cikarang pada Agustus 2025.
“Bulan Maret kemarin sudah selesai semua, tidak ada lagi dualisme kepengurusan. Cak Saiban (Saibansah Dardani) melakukan PAW. Agar penyatuannya jadi kuat dan PWI Kepri solid, maka kami lakukan pelantikan pada hari ini,” kata Munir.
Pelantikan pengurus PWI Kepri bertema “Menegakkan Integritas dan Profesionalisme Pers demi Menjaga Marwah Negeri”. “Momentum ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat konsolidasi organisasi setelah sebelumnya terjadi dualisme kepengurusan PWI,” ucap Munir.
Munir juga menginggatkan lagi perjuangan pembentukan organisasi PWI. Ia berharap semangat itu harus menjadi warisan yang tetap dijaga di tengah perubahan ekosistem media.
Jika dahulu perjuangan wartawan menghadapi tantangan kemerdekaan, ucapnya, kini tantangan pers berkembang seiring pesatnya teknologi digital dan derasnya arus informasi di media sosial.
“Ketika masyarakat dibanjiri berita-berita masif yang tidak jelas kebenarannya, maka pers di situ harus hadir. Pers harus menjadi penjernih, pers harus menjadi pencerah, dan menjadi pembenar informasi,” katanya.
Adapun Ketua PWI Kepri 2023 – 2028, pimpinan Saibansah Dardani, dan pengurus melanjutkan sisa masa khidmat hingga akhir masa kepengurusan 2028.
Ketua PWI Kepri Saibansah Dardani, mengatakan ia bersama pengurus akan memperkuat kekompakan, silaturahmi, dan semangat untuk mengembangkan PWI di Kepri. “Juga bertekat mewujudkan wartawan yang provesional, kompeten dan menjaga integritas,” kata Saibansah Dardani.
Ia juga menyampaikan terimaksih kepada Kapolda Kepri beserta jajaran, atas kontribusinya pada kegiatan pelantingan pengurus PWI Kepri. PWI Kepri, katanya, akan kerjasama yang baik untuk menjaga kamtibmas Kota Batam.
“Kami sampaikan PWI Kepri siap menjadi mitra strategis dan rekan krits Polda Kepri,” ucap mantan wartawan Riau Pos ini.
Ia juga mengajak sama-sama menjaga kamtibmas, keamanan, dan iklim investasi yang kondusif Kota Batam. “Untuk itu kami mohon agar kerjasama yang berjalan baik dapat ditingkatkan,” tandasnya.
Pelantikan pengurus PWI Kepri 2023-2028 dihadiri Waka Polda Kepri Brigjen Pol Anom Wibowo, Ketua DPRD Kepri Iman Setiawan, Ketua Dewan Kehormatan PWI Pusat, Sejen PWI Pusat, LAM Batam, Kodaeral IV Batam, TNI AU Batam, dan lain-lain.
