Lenterakepri.com, Batam – Kondisi semrawut terlihat jelas saat melintasi jalan raya depan Pasar Induk Jodoh. Hal itu dikarnakan sampah yang menumpuk hingga memakan badan jalan membuat tak sedap dipandang mata, Jumat (7/2/2025).
Pantauan di lokasi, sampai yang berasal dari pasar itu, dibuang di taman jalan dan akhirnya memakan sebagian jalur dari arah Bundaran Jodoh menuju ke arah Tanjunguma, Kota Batam.
Selain tidak enak dipandang mata, sampah-sampah itu juga menimbulkan bau tak sedap. Aromanya langsung tercium ketika pengendara melintasi jalan tersebut.
Salah satu pedagang yang berjualan di sekitar lokasi, Hesti, timbulnya tumpukan sampah ini dikarenakan petugas kebersihan mengangkutnya hanya seminggu sekali. Sementara pasar buka setiap hari yang membuat sampah kian menumpuk.
“Sampah setiap hari dihasilkan di pasar ini. Sedangkan petugas mengangkut dan membersihkan sekali seminggu. Ini yang membuat sampah terus menumpuk dan akhirnya sampai memakan badan jalan,” ujar Hesti.
Kondisi itu akan diperparah ketika hujan turun yang mengakibatkan genangan air. Alhasil, sampah-sampah akan bertebaran kemana-mana dengan bau yang tidak sedap.
Baca: Dapat Kejutan, Terduga Pencuri Sepeda Motor Diciduk Polsek Sagulung Lagi Santai di Rumahnya
Hal senada juga diungkap salah satu warga sekitar, Rudi. Menurutnya, tempat itu seakan dijadikan sebagai tempat pembuangan sampah sementara. Hanya saja, pembiaran sampah sampai berhari-hari tidak diangkut ini menjadi permasalahan utamanya.
“Ditambah lagi, kalau sampah ini dibiarkan saja akan mengakibatkan banjir, karena saluran di sekitarnya menjadi tersumbat, terang Rudi, Jumat (7/2/2025).
Ia berharap kepada pemerintah terkait dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam bisa mencarikan solusi sehingga sampah ini bisa dibersihkan setiap harinya.
Baca: Polsek Sagulung Ringkus Dua Terduga Pelaku Pengeroyokan
“Kalau sekarang ini, sering timbul kemacetan akibat tumpukan sampah yang membuat jalan menjadi sempit. Semoga hal ini cepat ditanggulangi oleh pihak terkait. Kalau dibiarkan pastinya akan merusak keindahan Kota Batam,” tutupnya. (CR1)
