Dihadiri Wakapolsek Bengkong, FKDM Batam Bersama BNN Lakukan Penyuluhan Bahaya Narkoba

oleh -
Narkoba
Wakapolsek Bengkong hadiri kegiatan penyuluhan dari FKDM dan BNN. (Foto: Ist)

LenteraKepri.com, Batam – Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kota Batam bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) RI menggelar kegiatan bimbingan teknis (bimtek) life skill pada masyarakat rawan narkoba dan penyuluhan kewaspadaan dini masyarakat terhadap ancaman, tantangan, dan gangguan, bertempat di Kantor Camat Bengkong, Selasa (17/10/2023).

Turut hadir, AKBP Titi Tri Mulayani, perwakilan BNN RI AKP Risyal, perwakilan Densus 88, Metra Dinata, Kabid Kewaspadaan Nasional Kesbangpol Kota Batam, Fairus Batubara Camat Bengkong, Kapten Samjos Sirait Danramil 01 Batam Timur, AKP River Hutajulu Wakasat Narkoba Polresta Barelang, IPTU M. Kevin Ramadhan, Waka Polsek Bengkong, Alwan Afdianto Ketua FKDM Kota Batam, Lurah Kapus, serta perwakilan warga.

Ketua FKDM Kota Batam, Alwan Afdianto, mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui tantangan dan hambatan di suatu daerah yang nantinya akan dibahas bersama cara menyelesaikan permasalahan tersebut.

Baca: Tingkatkan Patroli, Polsek Bengkong Minimalisir Kesempatan Pelaku Kejahatan C3 Beraksi

“Dalam kegiatan ini, masyarakat di Kecamatan Bengkong diminta untuk menyampaikan apa saja kendala, hambatan dan ancaman yang ada di lingkungannya,” ujar Alwan.

Camat Bengkong, Fairus Batubara, berharap kegiatan ini dapat berjalan baik dan bermanfaat bagi semua warga Kecamatan Bengkong. Sampai saat ini Kecamatan Bengkong memiliki jumlah penduduk 120 ribu jiwa yang tersebar di 4 kelurahan.

“Bahaya narkoba bagi masyarakat adalah tanggung jawab kita bersama. Oleh karena itu,marilah kita semua untuk bekerja sama untuk mendukung program ini agar berjalan dengan baik,” ajaknya.

Baca: Gegara Gaji Tak Sesuai, Buruh Bangunan Nekat Santroni Toko Parfum Bekas Ia Renovasi di Bengkong

Sementara Metra Dinata Kabid Kewaspadaan Nasional Kesbangpol Kota Batam, mengungkapkan FKDM Batam dibentuk berdasarkan Permendagri 46 Tahun 2019. Tujuannya untuk mendorong terciptanya stabilitas keamanan dan terwujudnya pembangunan yang berkelanjutan di daerah.

“Kita juga mengupayakan deteksi dini dan pencegahan dini dapat menghindari daerah dari konflik sosial di masyarakat. Selain itu, kita juga mencarikan solusi dari dampak konflik sosial merugiakan pemerintah, masyarakat, perekonomian, sosial masyarakat melalui 3 langkah yang harus dipahami dengan cara lapor cepat, tepat dan akurat,” ungkapnya.

Kegiatan ini dilakukan di Bengkong menurut AKBP Titi Tri Mulyani perwakilan BNN RI, karena dari data yang diperoleh, daerah Sadai yang berada dalam kawasan Kecamatan Bengkong termasuk daerah dengan level bahaya narkoba dan pengaruh ngelem.

“Kami dari BNN akan memberikan sosialisasi dan pelatihan kepada 50 masyarakat di Sadai untuk membantu kami untuk mencegah dan menanggulangi bahaya narkoba. Selain narkoba, bahaya yang lain buat anak-anak adalah ngelem, miras yang kegiatan ini juga berbahaya,” jelasnya.

Baca: BP Batam Bersama KLHK Akselerasi Pengelolaan Konservasi Kawasan Muka Kuning

Ia menambahkan, bahaya narkoba dalam keluarga adalah tanggungjawab bersama. Terutama Ibu-ibu adalah garda terdepan untuk mendidik anak dan mengawasi anak di rumah.

Selain itu, AKP Risyal yang merupakkan perwakilan dari Densus 88, memberikan pemahaman tentang terorisme yang perlu diperhatikan dan dicegah berkembang.

Terorisme tumbuh dari yang awalnya rasa intoleransi (pemahaman) dan belanjut menjadi radikalisme (sikap prilaku) yang akhirnya menjadi terorisme (tindakan/aksi). Terdapat 3 macam radikalisme di Indonesia yaitu Radikalisme Jihadi (Benci kepada yang berbeda keyakinan), Radikalisme Politik (Ingin mengganti Ideologi Pancasila), Radikalisme Dakwah (menanamkan sikap intoleran).

“Terorisme tidak merujuk pada satu agama saja. Faktor penyebabnya adalah pemahaman agama yang dangkal atau penafsiran kitab suci yang sempit, merasa kecewa kepada kebijakan pemerintah atau tokoh politik, isu sara dan isu intoleransi. Sarana penyebaran bisa melalui kajian keagamaan, perkawinan, organisasi, tempat ibadah, lembaga pendidikan, pergaulan, media elektronik, media sosial,” jabarnya.

Baca: 16.229 Kotak Suara Dalam Perjalanan ke Gudang KPU Batam di Sekupang

Kapolsek Bengkong Iptu Doddy Basyir, melalui Wakapolsek Bengkong Iptu Muhamad Kevin Ramadhan, mengakui kegiatan pencegahan dini terhadap pelanggaran maupun kriminalitas yang terjadi di Bengkong, terkhusus pada narkoba, terorisme, curanmor, maupun lainnya, telah dilaksanakan pihaknya.

Pencegahan itu seperti giat patroli dialogis, sambang masyarakat, Jumat Curhat, Minggu Kasih, dan kegiatan lainnya yang bersifat mengajak dan memberikan edukasi terhadap masyarakat Bengkong untuk tetap waspada dan menjaga Kamtibmas di wilayah Bengkong.

“Hal tersebut, kami laksanakan atas dukungan dan support dari instansi terkait baik dari Pemerintah (yang dalam hal ini tingkat Kecamatan), Koramil, Pol PP, dan masyarakat lainnya untuk mewujudkan wilayah Bengkong yang aman, tertib, dan bebas dari narkoba serta kegiatan terorisme,” tutupnya.