LenteraKepri.com, Batam – Warga di kawasan Bengkong Indah 2, Blok C No. 66, RT 03 RW 01, Kelurahan Bengkong Sadai, Kecamatan Bengkong, Batam dihebohkan dengan penemuan jasad seorang pria pada Rabu (7/10/2026) malam.
Korban diketahui berinisial SD (36), yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan depot air galon tersebut ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tergantung di area dapur rumah kos lantai dua.
Penemuan jasad ini bermula dari kecurigaan sang pemilik depot air galon tempat korban bekerja, Sumini. Korban diketahui tidak datang bekerja pada hari itu, padahal hubungan mereka sudah sangat dekat dan tidak memiliki masalah apa pun.
“Dia sudah bekerja dengan kami selama 6 sampai 7 tahun. Hubungan kami sudah seperti keluarga sendiri. Selama ini sama kami tidak ada masalah, baru hari ini dia tidak masuk kerja,” kata Sumini.
Sumini sempat mendatangi kos korban sekitar pukul 08.00 WIB dan menggedor pintu, namun tidak ada jawaban. Karena curiga, ia kembali lagi pada pukul 10.00 WIB untuk memanggil korban, tetapi kondisi rumah kos tetap hening.
Di sisi lain, kondisi korban pertama kali didapati oleh Afriko, yang merupakan teman dekat dari Joni, adik kandung korban. Afriko diminta oleh Joni untuk mengecek rumah kos tersebut karena korban sudah dua hari tidak bisa dihubungi oleh pihak keluarga.
Saat tiba di lokasi, Afriko mendapati pintu kos terkunci rapat dari dalam dan tidak ada respons saat dipanggil. Atas arahan dari Joni, Afriko kemudian berinisiatif mencoba membuka kunci pintu melalui celah jendela.
Ketika berhasil masuk, Afriko terkejut mendapati korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa dengan posisi tergantung di area dapur. Saat ditemukan, korban hanya mengenakan celana jeans berwarna biru tanpa memakai baju.
Pihak keluarga korban yang mengetahui kejadian ini langsung menangis histeris di lokasi, terpukul dan tidak menyangka atas kepergian anggota keluarga mereka yang tragis.
Saat ini, Kapolsek Bengkong AKP Tigor Dabariba bersama jajarannya sudah berada di lokasi kejadian untuk mengamankan TKP dan memasang garis polisi sembari menunggu kedatangan Tim Inafis Polresta Barelang untuk proses identifikasi dan evakuasi lebih lanjut.
