‘Jejak Hitam’ PT ASL Shipyard

oleh -
PT ASL
Plang PT ASL dengan baground kebakaran kapal tanker. (Foto: dok)

Asap hitam yang membumbung tinggi dalam tragedi kapal terbakar di PT ASL Shipyard Tanjunguncang, Batam pada tahun 2017 meninggalkan jejak tragedi tewasnya lima pekerja. Hal serupa kembali terjadi pada tahun ini yang menelan 9 korban, 4 orang meninggal dan 5 lainnya mengalami luka bakar serius, tepatnya pada Selasa (24/6/2025) kemarin.

Tidak hanya dua tragedi ini, melainkan masih banyak ‘jejak hitam’ kecelakaan kerja yang terjadi di perusahaan galangan kapal ini. Ibarat menyembunyikan bangkai, namun akhirnya tercium juga. Itulah yang dilakukan PT ASL setiap ada insiden. Mereka menutup diri dengan dalih telah ditangani polisi. Meski demikian, perusahaan ini masih terus beroperasi seakan semua tidak pernah terjadi.

LenteraKepri.com, telah merangkum sederet peristiwa kecelakaan kerja yang terjadi di PT ASL. Data-data ini diambil dari berbagai sumber yang merekam jejak kelam perusahaan tersebut.

Karyawan Subkon dari PT ASL Tewas Setelah Jatuh dari Kapal (2015)

Salah satu karyawan PT Indah Karya Teknik (IKT), Hanafi Sulaiman (37), yang merupakan subkon dari PT ASL Shipyard, tewas setelah terjatuh dari atas kapal ke dalam laut di sekitar lokasi perusahaan tersebut, Kamis (17/9/2015) sekitar pukul 16.00 WIB.

Beberapa pekerja yang berada di lokasi langsung berusaha menolong dirinya. Bahkan ia sempat dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah. Hanya saja nyawanya tetap tidak dapat diselamatkan. Hanafi meninggal saat dalam perjalan menuju rumah sakit.

Informasi yang didapat, dirinya yang bekerja sebagai pemasang kabel (instalasi elektrik) di salah satu kapal di dalam di PT ASL saat melakukan aktivitasnya bersama seorang rekannya. Sebelum melakukan pemasangan kabel di kapal tongkang itu, ia terlebih dahuluh memasang pengaman dengan memasang harness ke tubuh untuk melindungi dari hal-hal yang tidak diinginkan.

Baca: Laka Kerja di PT ASL Shipyard Batam, Ombudsman: Kelalaian yang Terus Berulang

Namun, pada saat melakukan pekerja memasang kabel tersebut, tiba-tiba tali yang mengikat di pinggang dan ditautkan di besi itu terlepas sehingga Hanafi terjatuh ke laut. Dikarenakan besi tempat ia mengikatkan tali harnees ikut terjatuh, membuat dirinya tenggelam ke dalam laut.

Menurut saksi mata, saat terjatuh Hanafi sempat terbentur dengan besi-besi. Saat berada di dala laut, tubuhnya tidak muncul ke permukaan. Yang muncul hanya sepatu safety dan tali yang mengikat dirinya. Melihat kejadian itu, rekan korban bersama pihak perusahaan langsung melakukan pencarian ke dalam laut. Setengah jam kemudian, tubuh Hanafi ditemukan, dan langsung dievakuasi ke rumah sakit. Hingga akhirnya nyawanya tetap tidak tertolong.

Tragedi Kapal Terbakar Tewaskan Lima Pekerja (2017)

Sebuah kapal terbakar di area PT ASL Shipyard Indonesia, Tanjung Uncang, Batam, Kamis (7/9/2017) sore. Akibat peristiwa itu lima orang tewas dan satu orang terluka. Keenam korban adalah karyawan PT Sinar Cendana/Samchan Enginering yang sedang melakukan pengelasan di kapal itu.

Mereka merupakan satu tim pengelasan di salah satu bagian kapal. Kejadian ini juga langsung menarik perhatian kepolisian. Bahkan Kombes Pol Hengki yang saat itu menjabat sebagai Kapolresta Barelang langsung turun melihat kondisi korban di RSUD Embung Fatimah.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, kebakaran terjadi pada pukul 15.20 WIB di dalam pump room kapal milik Pertamina bernama Gamkonora. Kapal Gamkonora docking di GT PT ASL Shipyard sejak Rabu (6/9/2017) untuk melakukan beberapa perbaikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.