LenteraKepri.com, Batam – Entah apa yang ada di benak seorang pria belum diketahui identitasnya atau Mr X, yang ditemukan tewas dengan posisi tergantung di dahan pohon ceri, di semak-semak pinggir Jalan Yos Sudarso, Bengkong Garama, Batam, Selasa (28/4/2026) sore. Dugaan gantung diri, mungkin menjadi salah satu pilihan yang ia ambil untuk mengakhiri hidupnya, setelah pikiran panjang yang berkecamuk di benaknya.
Entah dari mana ia berasal dan entah dari mana juga ia masuk ke kawasan tersebut. Hanya dua kemungkinan, memanjat tebing jalan yang cukup tinggi, atau ia berjalan kaki menelusuri semak dari Perumahan Bengkong Garama yang tepat berada di belakang lokasi itu.
Dengan mengenakan hodie hitam, topi merah serta celana pendek bermotif bunga, kondisinya sudah sangat memprihatinkan. Seluruh badan sudah menghitam dan wajah tak berbentuk lagi. Menandakan, tindakan ini sudah jauh hari terjadi, hingga akhirnya ditemukan.
Meski sudah memiliki niat, kemungkinan besar ia masih bingung cara mana yang lebih baik. Apalagi, sekitar satu meter dari akar pohon itu, ditemukan beberapa barang yang diduga miliknya.
Baca: Geger! Mayat Pria Tergantung dan Membusuk Ditemukan di Pinggir Jalan Yos Sudarso Batu Ampar, Batam
Barang-barang itu, berupa sepasang sendal jepit serta satu botol obat nyamuk merk baygon dan satu botol minuman bertuliskan Sandford berisi air orange.
Di sampingnya, juga terdapat satu kantong warna crem bertuliskan Mcdonald’s, yang diduga digunakan untuk mengangkut barang-barang yang ia siapkan untuk mengakhiri hidupnya.
Tidak terlepas, sehelai kain serta ikat pinggang yang ia pilih untuk melilit lehernya di dahan pohon, mungkin juga menjadi barang bawaan yang dimasukkan dalam kantong tersebut.
Pihak kepolisian belum memberikan keterangan pasti terkait penyebab kematian serta identitas juga belud diketahui. Namun, berdasarakan pantauan di lapangan, barang-barang yang diduga ia tinggalkan tersusun rapi. Menandakan, sesampainya di lokasi, ia tidak langsung mengakhiri hidupnya. Mungkin, ia masih berusaha berperang dengan pikirannya sendiri.
Dimulai dari posisi baygon dan botol berisi cairan orange. Bukan dibuang, namun seakan sengaja diletakkan di atas rerumputan hijau dengan posisi bagian kepalanya searah.
Tepat di sebelah botol baygon, sepasang sendal jepit pun sengaja dilepas dan ditinggalkan, sebelum ia memantapkan diri memanjat pohon ceri untuk mengikatkan kait dan ikat pinggang ke dahannya. Barulah, di belakang sendal terdapat satu kantong itu dengan kondisi sudah kotor ditemukan.
Baca: Ribuan Cartridge Vape Narkoba Dimusnahkan, Polisi: Tren Peredaran Narkotika Berubah!
Proses evakuasi juga berlangsung cukup lama. Mengingat, medan di lokasi cukup sulit. Bahkan, salah satu petugas dari Inafis Polresta Barelang harus memanjat pohon ceri agar bisa mengikatkan tali ke tubuh Mr X untuk diturunkan, sebelum tali yang melilit lehernya dipotong.
Mr X sendiri ditemukan saat salah satu warga yang mencari cacing untuk memancing di sekitar lokasi, karena tercium aroma tidak sedap Selasa sore. Berkat kerjasama warga dengan petugas kepolisian dari Polsek Bengkong serta Inafis Polresta Barelang, sekitar pukul 18.58 WIB, akhirnya mayat Mr X dapat diturunkan.
Begitu ambulance sampai di lokasi, mayatnya langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk proses identifikasi lebih lanjut.
Kanit Reskrim Polsek Bengkong, Iptu Apriadi, yang berada di lokasi mengatakan, sejauh ini pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk mencari tahu identitas Mr X. Dimulai dari menelusuri apakah ada laporan orang hilang dalam dua minggu terakhir.
Tidak hanya itu, warga yang menemukan pertama kali juga tengah dimintai keterangan sebagai saksi.
“Kita masih dalami untuk identitasnya. Saksi-waksi juga sedang kita minta keterangan. Kami juga mengimbau kepada warga yang merasa kehilangan sanak keluarga agar segera menghubungi kepolisian, agar bisa dicocokkan dengan ciri-ciri korban,” imbau Apriadi, selasa malam.
Apa yang menjadi pemicu peristiwa ini juga masih misteri hingga identitas diketahui serta pihak keluarga juga ditemukan.
Kejadian ini tentunya menjadi pelajaran berharga, dan menambah deretan peristiwa luka banyaknya pria yang kalah dengan pikirannya, hingga akhirnya memilih mengakhiri hidupnya. Sangat penting bagi kita, untuk hadir di sekitar orang-orang yang dianggap tengah memiliki beban berat, agar tidak terulang kejadian serupa.
Bukan untuk menghakimi, namun hanya untuk hadir walapun tidak bisa memberikan pertolongan. Sebab, kehadiran itulah yang menjadi salah satu cara untuk mencegah agar kejadian seperti ini tak lagi terulang kembali.






