LenteraKepri.com, Batam – Erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak pada 467 penerbangan dan membuat sekitar 150 ribu penumpang tertahan setelah sebaran abu vulkanik memicu penutupan sementara sejumlah bandar udara, Minggu 6 September 2026.
Akibat aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau, sebaran abu vulkanik berdampak luas hingga mengganggu operasional sejumlah bandar udara.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan, pemerintah daerah terus melakukan pemantauan secara berkala menyusul aktivitas erupsi yang belum sepenuhnya berhenti.
“Berdasarkan periode pemantauan, terlihat bahwa aktivitas Gunung Anak Krakatau sampai hari ini masih menunjukkan adanya erupsi. Sehingga kami terus melakukan pemantauan terhadap aktivitas ini secara berkala,” ujar Rahmat Mirzani Djausal di Bandarlampung, Minggu.
Secara visual, kondisi Gunung Anak Krakatau pada Minggu tertutup kabut sehingga kawah tidak dapat teramati. Cuaca di sekitar gunung berawan dengan angin lemah bertiup dari arah timur laut dan barat laut.
“Lalu kami sampaikan pula, untuk abu vulkanik juga terus bergerak ke arah Barat Daya dan sedikit ke arah Barat Laut. Tentunya kondisi ini dipengaruhi arah angin pada hari sebelumnya yang bertiup dari Barat Laut maupun Utara,” ucap dia.
Rahmat menjelaskan, pemerintah daerah bersama pihak terkait telah melakukan pengamatan terhadap aktivitas Gunung Anak Krakatau sejak Jumat 4 September 2026.
Aktivitas erupsi tercatat terjadi sejak Jumat dan berlanjut hingga Sabtu 5 September 2026 pukul 00.00-05.00 WIB. Abu vulkanik yang terbawa angin kemudian menyebar hingga sejumlah daerah di Provinsi Lampung.
Aktivitas erupsi sempat mereda dan abu vulkanik mulai berkurang pada Minggu 6 September 2026 sekitar pukul 00.04 WIB. Namun, erupsi kembali terjadi pada pagi hari hingga periode pukul 06.00-12.00 WIB. Abu vulkanik bergerak mengikuti arah angin menuju barat daya dan barat laut.
“Abu vulkanik ini memang tergantung dari kencangnya angin dan juga ketinggian erupsi itu sendiri. Sehingga kita perlu tetap waspada serta mengurangi aktivitas di luar rumah,” ucap dia.
Menurut Rahmat, abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau telah berdampak pada sejumlah wilayah di Lampung, di antaranya Kabupaten Lampung Selatan, Kota Bandarlampung, Pesawaran, Pringsewu, Tanggamus, dan Pesisir Barat.
“Dan ini menunjukkan masih adanya aktivitas erupsi, sehingga masyarakat diharapkan untuk tetap tenang serta meningkatkan kewaspadaan,” tambahnya.
Dampak erupsi tidak hanya dirasakan masyarakat di daratan. Sebaran abu vulkanik turut memengaruhi operasional transportasi udara hingga pemerintah mengambil langkah penutupan sementara sejumlah bandar udara.
Sementara itu, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan, keselamatan dan keamanan masyarakat menjadi prioritas utama pemerintah dalam menangani dampak erupsi Gunung Anak Krakatau.
“Keselamatan dan keamanan masyarakat menjadi prioritas pemerintah dalam menghadapi dampak erupsi Gunung Anak Krakatau yang berpotensi mengganggu operasional transportasi, termasuk penerbangan di sejumlah wilayah,” kata Dudy saat memantau Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (6/9/2026), dikutip dari Memorandum.co.id.
Menurut dia, penghentian sementara operasional bandar udara merupakan bagian dari upaya mitigasi apabila sebaran abu vulkanik dinilai membahayakan keselamatan penerbangan.
“Apabila memang seperti tadi, masa sebaran masih banyak, kemudian paper test-nya masih positif, maka kami tidak akan memaksakan bandara tersebut dibuka atau pengoperasian pesawat dilakukan,” ujar Dudy.
Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara terus memantau perkembangan aktivitas vulkanik dan sebaran abu Gunung Anak Krakatau, termasuk dampaknya terhadap ruang udara serta operasional penerbangan.
Berdasarkan NOTAM A3348/26, Bandara Soekarno-Hatta ditutup sementara pada 6 September 2026 pukul 13.23 hingga 17.30 WIB akibat sebaran abu vulkanik Gunung Krakatau. NOTAM tersebut menggantikan NOTAM A3346/26.
Penutupan dilakukan sebagai langkah keselamatan penerbangan menyusul adanya indikasi sebaran abu vulkanik akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Penutupan serupa juga dilakukan di Bandara Halim Perdanakusuma, Bandara Radin Inten II Lampung, Bandara Husein Sastranegara, Bandara Budiarto Curug, Bandara Pondok Cabe, Bandara Taufik Kiemas, serta Bandara Atung Bungsu.
Akibat penutupan tersebut, sekitar 150 ribu penumpang dilaporkan tertahan. Sebanyak 467 penerbangan terdampak, terdiri atas 58 penerbangan internasional dan 409 penerbangan domestik.
Menhub meminta seluruh operator penerbangan mengutamakan keselamatan dalam setiap pengambilan keputusan operasional. Maskapai juga diminta menyampaikan informasi secara cepat, akurat, dan transparan kepada masyarakat.
Meski gangguan penerbangan terjadi akibat kondisi alam, pelayanan terhadap penumpang tetap harus menjadi perhatian utama. Maskapai diminta memberikan informasi yang jelas mengenai perubahan jadwal, pembatalan, maupun pengalihan penerbangan serta memastikan hak penumpang terpenuhi sesuai ketentuan.
Kementerian Perhubungan juga membuka kemungkinan pengalihan penerbangan ke sejumlah bandar udara lain, di antaranya Kertajati, Semarang, Surabaya, dan Yogyakarta.
“Airlines untuk segera menyampaikan kepada para penumpang supaya mereka tidak menunggu terlalu lama. Mengingat kondisinya juga belum bisa kita prediksi sampai kapan,” tegasnya.
Dudy juga meminta maskapai menjamin pengembalian tiket bagi penumpang yang penerbangannya terdampak sehingga mereka tidak harus menunggu terlalu lama di bandar udara.
Menurut dia, masih banyak penumpang yang berharap dapat melanjutkan penerbangan. Namun, pemerintah tidak akan membuka kembali bandar udara sebelum keselamatan penerbangan benar-benar dapat dipastikan.
“Kita akan membuka kalau memang kita jamin bahwa kondisi keselamatan itu sudah bisa kita ketahui dengan pasti,” tegas Dudy.
Menhub juga meminta operator memastikan tersedianya petugas dan saluran informasi untuk membantu penumpang terdampak. Setiap perubahan perjalanan diharapkan dapat ditangani secara tertib dan terkoordinasi.
Masyarakat yang akan melakukan perjalanan melalui bandar udara terdampak diimbau tidak datang ke bandara selama periode penutupan. Penumpang juga diminta terus memantau informasi terbaru dari maskapai mengenai status penerbangan masing-masing.
