LenteraKepri.com, Batam – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Batam terus menunjukkan progres besar dan semakin mendekati target penyelesaian. Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Hendri Arulan, mengungkapkan bahwa pembangunan Sentra Penyediaan Pangan Gizi (SPPG) atau dapur MBG sudah berjalan sesuai rencana dan kini memasuki tahap akhir.
Dari target 125 titik dapur MBG, sampai akhir November 2025 tercatat 97 titik telah rampung dan beroperasi. Sedangkan 28 titik lainnya sedang dalam proses penyiapan pembangunan.
“Target kita 125 titik, dan sampai saat ini terakhir informasi yang saya terima sudah 97 titik SPPG atau dapur yang berdiri. Berarti lebih kurang 28 titik yang sekarang ini dalam proses penyiapan,” ujar Hendri, Selasa (2/12).
Hendri berharap, 28 titik yang tersisa dapat rampung dan mulai operasional pada awal 2026, sehingga seluruh penerima manfaat MBG bisa terlayani penuh tanpa terkecuali.
Saat ini 80 persen siswa di Batam telah menerima layanan MBG. Namun masih ada beberapa kelompok yang belum terjangkau, terutama pada satuan pendidikan kecil seperti PAUD dengan siswa kurang dari 15 orang, pondok pesantren, dan wilayah hinterland.
“Ini nanti akan kita koordinasikan dengan BGN agar semuanya bisa terpenuhi,” jelasnya.
Target juga Ibu Hamil
Lebih jauh, Hendri menegaskan koordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) akan terus diperkuat karena sasaran MBG bukan hanya siswa sekolah, tetapi juga ibu hamil, anak balita, tempat penitipan anak, hingga ibu menyusui.
“Dinas pendidikan sebagai penerima manfaat berkorelasi dengan BGN untuk memastikan mana yang belum menerima,” tambahnya.
Untuk kawasan kepulauan, dapur MBG baru berjalan di Kecamatan Belakang Padang. Pemerintah akan memperluas cakupan ke wilayah hinterland lainnya secara bertahap.
Program MBG merupakan salah satu prioritas pemerintah pusat dan daerah untuk mempercepat penurunan stunting, meningkatkan kualitas gizi anak, sekaligus mendukung hasil belajar siswa di sekolah.
