Ombak yang Menuntun Pulang

oleh -
Ombak yang Menuntun Pulang
Ombak yang menuntun pulang (ilustrasi/foto denni risman)

Hatiku adalah perahu kecil
yang lama terombang-ambing
di samudra tak bernama.
Gelombang datang silih berganti,
kadang lembut, kadang mengguncang,
seakan menguji arah yang kusimpan di dada.

Aku berjalan di atas garis waktu,
menyisir tepi laut kehidupan
di mana setiap ombak membawa pesan
dari langit yang jauh:
bahwa tidak ada perjalanan
yang benar-benar tersesat
selama nama-Mu masih kusebut dalam diam.

Laut itu luas,
tapi lebih luas lagi keheningan
yang Kau tanam dalam jiwaku.
Di sanalah aku mendengar panggilan-Mu
seperti desir angin subuh
yang membangunkan semua yang rapuh.

Terkadang aku tenggelam
dalam gelap badai yang kupikir tak bertepi;
namun Kau kirimkan ombak
yang pelan-pelan menuntunku kembali,
mengusung diriku yang hilang
menuju cahaya yang pernah kulupa.

Dan ketika senja rebah di permukaan air,
aku mengerti:
bahwa setiap perjalanan hati
pada akhirnya pulang juga
bukan ke pantai yang kutinggalkan,
bukan ke rumah-rumah dunia yang sementara,
tetapi ke pangkuan-Mu,
rumah abadi yang menenangkan segala gelisah.

Aku adalah ombak,
datang dan pergi,
lari dan kembali;
namun pada akhirnya
aku menyadari tak ada laut
yang benar-benar kudatangi,
selain Engkau
Samudra yang paling hakiki.

Denni Risman
Tiban kampung, Batam, 11122025