LenteraKepri.com, Batam – Berbagai program kerakyatan yang dijalankan Pemerintah Kota (Pemko) Batam di bawah kepemimpinan Wali Kota Batam Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra mendapat apresiasi dari masyarakat.
Apresiasi tersebut mengemuka dalam Forum Silaturahmi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam bersama RT, RW, LPM, serta tokoh masyarakat se-Kecamatan Nongsa yang digelar di Summerland Batu Besar, Nongsa, Senin (20/7/2026) malam.
Sejumlah program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, seperti seragam sekolah gratis, sembako murah, bantuan sosial bagi lanjut usia (lansia), hingga beasiswa kuliah untuk anak-anak hinterland, dinilai telah memberikan manfaat nyata bagi warga.
Warga: Program Pemko Batam Sangat Membantu
Mewakili masyarakat, Ketua RT 01/RW 02 Batu Besar, Andoni, menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemerintah Kota Batam yang dinilai tidak hanya fokus membangun infrastruktur, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Pembangunan yang berjalan selama lebih dari satu tahun ini benar-benar kami rasakan manfaatnya. Mulai dari sembako murah yang membantu meringankan beban masyarakat, layanan kesehatan, hingga seragam sekolah gratis yang sangat membantu para orang tua menyambut tahun ajaran baru,” ujar Andoni.
Ia juga memberikan apresiasi atas program beasiswa kuliah gratis bagi anak-anak dari wilayah hinterland dan keluarga kurang mampu.
Menurutnya, program tersebut membuka peluang bagi generasi muda untuk memperoleh pendidikan tinggi dan memperbaiki masa depan keluarga.
“Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas program beasiswa kuliah gratis ini. Anak-anak di hinterland kini memiliki kesempatan untuk meraih pendidikan tinggi. Dengan bekal pendidikan yang baik, mereka diharapkan mampu mengubah masa depan keluarga sekaligus berkontribusi membangun Batam,” katanya.
Andoni turut mendoakan agar Amsakar Achmad dan Li Claudia Chandra senantiasa diberikan kesehatan dan kekuatan dalam memimpin Kota Batam.
Amsakar: Forum Silaturahmi Jadi Ruang Menyerap Aspirasi
Menanggapi apresiasi masyarakat, Wali Kota Batam Amsakar Achmad mengatakan forum silaturahmi menjadi wadah penting untuk memperkuat komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.
Melalui dialog langsung, warga dapat menyampaikan aspirasi, kritik, maupun masukan sehingga pemerintah dapat mengetahui kebutuhan masyarakat secara lebih nyata.
Menurut Amsakar, forum seperti ini juga menjadi kesempatan untuk meluruskan berbagai informasi yang berkembang di media sosial.
“Di era digital, arus informasi bergerak sangat cepat. Terkadang persoalan kecil menjadi viral hingga dianggap sebagai kebenaran. Padahal, banyak capaian pembangunan yang berdampak langsung kepada masyarakat, seperti penurunan angka kemiskinan, pengurangan pengangguran, hingga peningkatan investasi, justru luput dari perhatian,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi peran para ketua RT dan RW di Kecamatan Nongsa yang selama ini menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dengan masyarakat sekaligus menjaga kondusivitas lingkungan.
Fokus Bangun SDM, Bukan Sekadar Infrastruktur
Amsakar menegaskan arah pembangunan Batam saat ini tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pengembangan sumber daya manusia (SDM).
Beberapa program yang telah direalisasikan antara lain pemberian seragam sekolah gratis bagi peserta didik baru serta beasiswa penuh kepada 34 mahasiswa berprestasi dari wilayah hinterland dan keluarga kurang mampu untuk melanjutkan pendidikan di Politeknik Negeri Batam dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).
Di bidang perlindungan sosial, Pemerintah Kota Batam juga meningkatkan jumlah penerima bantuan bagi 4.000 lansia, dengan besaran bantuan menjadi Rp400 ribu per bulan untuk setiap penerima.
Ajak Masyarakat Terus Bersatu Membangun Batam
Mengakhiri pertemuan, Amsakar mengajak seluruh masyarakat menjaga semangat kebersamaan serta terus mendukung pembangunan Kota Batam.
Ia menegaskan kritik dan masukan tetap dibutuhkan, namun hendaknya disampaikan melalui cara yang konstruktif demi kemajuan daerah.
“Batam tidak membutuhkan sikap saling menjatuhkan atau saling menyalahkan. Jika ada kebijakan yang perlu dikoreksi, sampaikan melalui jalur yang baik dengan kritik dan saran yang membangun. Saya bersama Ibu Li Claudia memohon doa dari seluruh masyarakat agar senantiasa diberikan kesehatan dan kekuatan dalam menjalankan amanah ini,” pungkasnya.
