Udara Batam Masih Tidak Sehat! AQI Tembus 134, PM2.5 Capai 9,7 Kali Batas Panduan WHO

oleh -
Udara Batam Masih Tidak Sehat! AQI Tembus 134, PM2.5 Capai 9,7 Kali Batas Panduan WHO
Kualitas udara Kota Batam, Jumat (9/10/2026) masuk tidak sehat (ilustrasi)

LenteraKepri.com, Batam – Kualitas udara di Kota Batam, Kepulauan Riau, masih perlu diwaspadai pada Jumat (9/10/2026) pagi. Data indeks kualitas udara atau Air Quality Index (AQI⁺) US menunjukkan angka 134 pada pukul 07.00 WIB, dengan kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif.

Polutan utama yang terdeteksi adalah partikel halus PM2.5 dengan konsentrasi mencapai 48,7 mikrogram per meter kubik (µg/m³). Angka tersebut setara dengan 9,7 kali nilai panduan rata-rata tahunan PM2.5 yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Kondisi ini menjadi perhatian, terutama bagi masyarakat yang sensitif terhadap pencemaran udara, seperti penderita asma, anak-anak, lansia, serta orang yang memiliki gangguan pernapasan atau penyakit jantung.

AQI Batam Capai 134, PM2.5 Jadi Polutan Utama

Berdasarkan data kualitas udara yang tersedia pada Jumat pagi, kondisi cuaca di Batam tercatat berada pada suhu 28 derajat Celsius, dengan kecepatan angin sekitar 6 kilometer per jam dan kelembapan udara mencapai 81 persen.

Partikel PM2.5 menjadi polutan utama yang memengaruhi kualitas udara. Partikel berukuran sangat kecil ini dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan dan mencapai bagian paru-paru.

Konsentrasi PM2.5 sebesar 48,7 µg/m³ menunjukkan bahwa paparan polusi udara perlu menjadi perhatian masyarakat, khususnya ketika melakukan aktivitas di luar ruangan dalam waktu lama.

Data yang digunakan berasal dari model berbasis satelit. Karena itu, angka tersebut merupakan estimasi kondisi kualitas udara dan dapat berbeda dari hasil pengukuran langsung di lokasi tertentu.

Warga Batam Diminta Membatasi Aktivitas di Luar Ruangan

Dengan AQI⁺ US sebesar 134, kelompok sensitif disarankan mengurangi aktivitas fisik di luar ruangan. Masyarakat juga dapat melakukan sejumlah langkah untuk mengurangi paparan polusi udara.

Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan:

  • Kurangi olahraga di luar ruangan, terutama aktivitas fisik berat atau berkepanjangan.
  • Tutup jendela saat udara luar tercemar untuk membantu mengurangi masuknya polusi ke dalam rumah.
  • Gunakan masker yang sesuai, terutama bagi kelompok sensitif ketika harus beraktivitas di luar ruangan.
  • Nyalakan pembersih udara (air purifier) jika tersedia, khususnya di ruangan yang sering digunakan.
  • Pantau perkembangan kualitas udara sebelum bepergian atau melakukan kegiatan di luar rumah.

Masyarakat yang mengalami sesak napas, batuk yang memburuk, atau keluhan pernapasan lainnya perlu mengurangi paparan polusi dan mencari pertolongan medis jika gejalanya berat.

Pantau Perubahan Kualitas Udara Batam

Kualitas udara dapat berubah mengikuti kondisi cuaca, arah angin, sumber emisi, serta pergerakan partikel polutan. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk terus memantau pembaruan indeks kualitas udara dan mengikuti informasi resmi dari instansi terkait.

Angka AQI⁺ 134 pada Jumat pagi menjadi pengingat agar warga Batam lebih berhati-hati dalam merencanakan aktivitas luar ruangan, terutama bagi mereka yang rentan terhadap dampak pencemaran udara.