LenteraKepri.com, Batam – Sakit tapi tidak berdarah, itulah yang dirasakan Abdul Rafid, yang mendapati anak perempuannya berinisial Fn (19), terbaring tidak sadarkan diri di ruang ICU Rumah Sakit Harapan Bunda (RSHB) Batam.
Ia menduga, anaknya menjadi korban kekerasan yang mengakibatkan harus mendapatkan perawatan di rumah sakit. Hal itu diperkuat dengan adanya beberapa bagian tubuh mengalami luka lebam.
Pria yang berasal dari Kabupaten Tangerang, Banten ini, sengaja datang ke Batam setelah mendapat kabar bahwa anaknya dirawat di rumah Sakit setelah 3 bulan Fn pergi meninggalkan rumah. Ia pamit untuk pergi bekerja di sebuah salon kawasan Jakarta bersama temannya berinisial Fr (19).
Baca: Ibu Kandung Tega Aniaya Anaknya Sendiri di Bengkong, Leher Dililit Rantai dan Tubuh Penuh Luka
“Anak saya terkapar dalam ruang ICU dan tak bisa berkata apa-apa. Saya tidak tahu apa penyebabnya, kok menjadi begini. Itupun, setelah saya mendapatkan nomor Fr, dari salah seorang temannya,” ucap Opick sangat sedih, Minggu (18/11/2024).
Diceritakannya, kabar duka ini didapatkan setelah Fr (21), mengungkapkan bahwa, Fn berada dirumah sakit sedang dirawat pihak medis secara intensif di ruang ICU pada Kamis (14/11/2024) malam.
“Pak, anak bapak (Fn) sekarang ini dalam keadaan sakit dan dirawat di Rumah Sakit Harapan Hunda, di Batam. Kini berada di ruangan ICU,” sebut Opick, sapaan akrabnya menirukan perkataan Fr.
Opick pun kaget karena mendapat kabar bahwa anaknya tiba-tiba di Batam. Padahal dari awal anaknya pamit pergi bersama Fr untuk bekerja di Jakarta.
Baca: Bersempena Hari Pahlawan, PLN Batam Serahkan Hadiah Lomba Menulis Feature dan Foto Nasional
“Dia (Fr) menjawab tidak pak, Fn dan saya bekerja di Batam, di sebuah salon di Nagoya. Saya kembali bertanya untuk meyakinkan, Fr kembali menjawab bahwa mereka tidak berangkat ke Jakarta, melainkan ke Batam,” lanjutnya.
“Fr juga menjelaskan bahwa bekerja di Chellsey Salon komplek Nagoya Point Blok H Nomor 3, milik seorang pengusaha bernama Yudi,” jelasnya.
