Tidak hanya sampai di sana, Fr juga meminta uang sebesar Rp 3 juta untuk biaya jaminan berobat rumah sakit tersebut. Tanpa pikir panjang, ia langsung mengirim uang tersebut ke rekening Fr.
Sebelumnya, ia juga sudah mentransfer sejumlah uang ke seseorang bernama Dina Sari alias Ara, karena menelfon dirinya mengatakan hal yang sama. Namun keterangannya Fn dirawat di rumah sakit daerah Guntung, dan akan dirujuk ke Batam.
Baca: PSN Rempang Eco City Menemui Babak Baru, 37 KK Sudah Tempati Hunian Baru di Tanjung Banun
“Saya yakin karena dia mengirimkan sebuah bukti kwitansi berobat dari rumah sakit beserta KTP atas nama anak saya. Dia minta uang sebesar Rp 3,5 juta yang harus dibayarkan, agar dapat dirujuk ke rumah sakit di Batam, yang lebih lengkap sarana kesehatannya. Saya mengirim ke rekening BCA atas nama Dina Sari,” ulasnya.
Karena khawatir, ia langsung memesan tiket pesawat untuk berangkat ke Batam.
“Ternyata benar. Anak saya berada di ruang ICU dalam keadaan tidak sadarkan diri. Saya sangat panik, karena dokter dan perawat mengatakan bahwa kondisi anak saya kritis dan minta saya banyak berdoa supaya mendapat pertolongan Allah SWT,” ungkap Opick sambil meneteskan airmata.
Ia sangat tidak terima dengan kondisi Fn. Untuk mengetahui dan menindaklanjuti, Opick, sudah membuat laporan polisi di Polresta Barelang, di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), secara resmi.
“Saya menilai, ini sebagai tindakan TPPO, dan berdampak ke suatu tindakan kekerasan yang sudah dialami oleh anak kami. Sehingga anak kami menjadi korban oleh oknum yang tidak bermoral dan tak bertanggungjawab,” tegas Opick, di dampingi istrinya.
Baca: Razia Balap Liar dan Knalpot Brong, Sejumlah Sepeda Motor Diamankan Polsek Bengkong
Sebagaimana informasi yang didapatkan dari Fr, serta Yudi selaku bos salon tempat anaknya bekerja, ia yang merekrut karyawan melalui media sosial Instagram (IG). Kemudian Fr mengajak Fn dan Dn ikut bekerja. Namun agar mendapat izin, mengaku bekerjadi salaon kawasan Jakarta.
Ternyata, Fr, Fn, serta Dn, diberangkatkan ke Batam, dengan dibiayai oleh Yudi. Baik tiket pesawat, diberi tempat tinggal serta pinjaman uang. Kemudian, diperkerjakan di Chellsey Salon, Komplek Nagoya Point Blok H, Nomor 3, di Nagoya Batam.
Namun, semenjak Tanggal 12 Agustus hingga November 2024, tidak ada kabar beritanya. Barulah Kamis (14/11/2024) lalu, orang tua korban dikabari Fr bahwa, Fn sedang dirawat di ruangan ICU RSHB Batam, dalam kondisi kritis.
