Detik-Detik Maut di Shipyard Sagulung Batam, Pekerja Tewas Tersengat Listrik Saat Cutting Besi

oleh -
oleh
Detik-Detik Maut di Shipyard Sagulung Batam, Pekerja Tewas Tersengat Listrik Saat Cutting Besi
Seorang pekerja di KSB Shipyard Sagulung, Batam, tewas tersengat listrik saat bekerja (ilustrasi)

LenteraKepri.com, Batam – Kecelakaan kerja kembali terjadi di kawasan industri Kota Batam. Seorang pekerja dilaporkan meninggal dunia saat melakukan aktivitas perbaikan kapal di galangan PT Karyasindo Samudra Biru (KSB) Shipyard, wilayah Sagulung.

Kasat Reskrim Polresta Barelang, Debby Tri Andrestian, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyebut kejadian terjadi pada Rabu (8/4/2026) sekitar pukul 15.00 WIB.

“Benar, kejadiannya kemarin,” ujar Debby, Kamis (9/4/2026).

Korban diketahui bernama Noveriyandi Pasaribu. Saat kejadian, ia tengah melakukan pekerjaan pemotongan besi (cutting) di atas kapal tongkang yang sedang diperbaiki.

Menurut keterangan awal, sebelum insiden terjadi, korban melihat adanya kabel di dekat area kerjanya. Ia kemudian berusaha memindahkan kabel tersebut.

Namun nahas, saat proses pemindahan berlangsung, korban diduga tersengat aliran listrik.

“Korban berupaya memindahkan kabel tersebut, kemudian diduga tersengat listrik,” jelas Debby.

Saksi di lokasi sempat memberikan pertolongan dengan menarik tubuh korban. Saat itu, korban masih dalam kondisi bernapas, namun sudah tidak sadarkan diri.

Pihak perusahaan kemudian segera membawa korban ke RS Elisabeth Sungai Lekop untuk mendapatkan penanganan medis.

Namun, setibanya di rumah sakit sekitar pukul 15.13 WIB, korban dinyatakan telah mengalami henti jantung.

“Korban dinyatakan meninggal dunia setelah sampai di rumah sakit,” tambahnya.

Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut guna memastikan penyebab pasti kecelakaan kerja tersebut, termasuk kemungkinan adanya kelalaian atau faktor lain di lokasi kejadian.

“Masih berproses, karena kejadiannya baru kemarin,” tutup Debby.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya penerapan standar keselamatan kerja yang ketat di kawasan industri, khususnya di sektor galangan kapal yang memiliki risiko tinggi.