Doa dari Seberang Samudera: Kado Istimewa untuk Ketua DPRD Kepri Iman Sutiawan di Usia 50 Tahun

oleh -
oleh
Doa dari Seberang Samudera: Kado Istimewa untuk Ketua DPRD Kepri Iman Sutiawan di Usia 50 Tahun
Ketua DPRD Kepri Iman Sutiawan merayakan Ultah ke 50 dengan membaca puisi Doa dari Seberang (ist)

LenteraKepri.com, Batam — Suasana penuh kehangatan menyelimuti kediaman Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Riau, Iman Sutiawan, di kawasan Patam Lestari, Sekupang, Kamis siang (6/11). Di hari istimewanya yang ke-50, Iman merayakan ulang tahun secara sederhana namun sarat makna bersama keluarga, sahabat, dan rekan sejawat.

Tamu undangan yang hadir antara lain keluarga besar, sejumlah anggota DPRD Kepri dan DPRD Kota Batam, Kepala Kemenag Batam, tokoh masyarakat, serta para santri. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan terasa sejak awal acara hingga akhir.

Namun momen paling mengharukan terjadi ketika Iman Sutiawan membacakan sebuah puisi berjudul “Doa Sederhana dari Seberang Samudera”, karya Ramon Damora, sastrawan Kepri yang juga komisioner KPID Kepri.

Dengan suara tenang dan penuh penghayatan, Iman membacakan bait demi bait yang menggambarkan dirinya sebagai “anak pulau” — sosok yang tumbuh dalam keteguhan, kesabaran, dan ketulusan.

“Puisi ini menjadi kado istimewa bagi saya, hadiah dari seorang sahabat,” ujar Iman dengan mata berbinar usai pembacaan puisi.

Puisi tersebut bercerita tentang anak pulau yang memahami laut bukan sekadar bentang air, melainkan ruang kehidupan yang membentuk jati diri dan karakter manusia. Salah satu baitnya berbunyi reflektif:

“Pulau adalah darahku. Dan kami mengerti: darah itu adalah laut yang tak pernah selesai mengajarkan makna pulang.”

Sebagai putra kelahiran Pulau Kasu, Kecamatan Belakang Padang, Kota Batam, Iman mengaku bahwa puisi itu sangat menyentuh sisi terdalam dirinya.

“Saya membaca puisi ini dengan hati. Saya tahu betul bagaimana perjuangan orang hinterland,” ujarnya dengan nada haru.

Dikenal sebagai Ketua Partai Gerindra Kepri sekaligus Ketua DPRD Kepri periode 2024–2029, Iman pernah dua kali menjabat Wakil Ketua DPRD Kota Batam (2014–2019 dan 2019–2020).

Ia menegaskan bahwa perjalanan hidupnya dari pulau kecil hingga ke kursi parlemen adalah bentuk tanggung jawab moral untuk memperjuangkan masyarakat pesisir.

“Saya hanya ingin laut tidak lagi menjadi batas bagi manusia,” tegasnya.

Acara diakhiri dengan doa bersama, ramah tamah, dan hiburan ringan. Tanpa kemewahan, namun penuh makna — seperti laut yang tenang namun dalam, menyimpan kisah salah satu putra terbaik Kepri yang terus mengabdi dengan ketulusan hati.

Cuplikan Puisi: “Doa dari Seberang Samudera”

Pulau adalah darahku,
Dan kami mengerti: darah itu adalah laut yang tak pernah selesai mengajarkan makna pulang.

Duhai anak pulau, kau telah menjadi jembatan bagi mereka yang berbicara kepada laut, tetapi tak pernah didengar kota…

Kami hanya menitipkan satu doa sederhana dari seberang samudera: semoga langkahmu selalu kembali kepada cinta yang semula jadi itu — cinta yang bergemuruh ketika engkau berkata: saya melakukan semua ini dengan hati.