Santunan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Seto Tjahjono yang saat itu menjabat sebagai Kepala Kantor BPJAMSOSTEK Cabang Batam Sekupang, didampingi Kepala Bidang Kepesertaan BPJAMSOSTEK Cabang Batam Sekupang Zaid Afkar kepada ahli waris Alm. Joni Osman, di Kantor PT ASL Shipyard, Batam.
Dalam kesempatan itu, Seto juga mengatakan turut berduka atas kejadian yang menimpa keluarga almarhum. Dirinya juga mendoakan, semoga ahli waris dapat terus melanjutkan hidup dengan memanfaatkan santunan dari BPJAMSOSTEK pasca kehilangan tulang punggung keluarga.
Tiga Pekerja Tewas Tersengat Listrik (2024)
Insiden kecelakaan kerja kembali terjadi di galangan kapal milik PT. ASL Shipyard Indonesia, Batam, yang mengakibatkan tiga pekerja diduga tewas akibat sengatan listrik. Peristiwa tragis ini terungkap melalui rekaman video berdurasi 17 detik yang menunjukkan suasana panik di lokasi kejadian, Jumat (20/12/2024).
Dalam video tersebut, para pekerja terlihat berteriak histeris saat ketiga korban ditemukan tergeletak di bawah scaffolding. Rekan-rekan korban berupaya menyelamatkan mereka dengan memutus aliran listrik yang diduga menyambar saat pekerjaan berlangsung.
Menurut data yang didapat saat itu, ketiga korban merupakan pekerja yang direkrut oleh subkontraktor PT. Labi dan bertugas pada proyek pembangunan kapal tugboat. Salah satu pekerja yang enggan disebutkan namanya mengonfirmasi bahwa ketiga korban meninggal dunia di tempat kejadian.
Kapal Tanker Terbakar, Tewaskan 4 Pekerja dan 5 Kritis (2025)
Asap hitam yang mengepul saat api melalap sebuah kapal tanker yang tengah dalam proses pengerjaan di galangan milik PT ASL Shipyard, Selasa (24/6/2025) sore.
Berdasarkan informasi sementara yang dihimpun LenteraKepri.com di lokasi, sebanyak 9 orang diduga menjadi korban dalam insiden tersebut. 4 di antaranya meninggal, dan 5 lainnya mengalami luka bakar serius. Para korban telah dilarikan ke RS Graha Hermin dan RS Aini untuk mendapatkan perawatan medis.
Baca: Masyarakat Bintan Bersama Polda Kepri Sepakat Ciptakan Iklim Investasi yang Kondusif
Saat dikonfirmasi, seorang karyawan PT ASL Shipyard yang enggan disebutkan namanya mengaku tidak bisa memberikan keterangan. “Kami dilarang perusahaan untuk memberikan informasi kepada media. Siapa pun yang membocorkan informasi akan dipecat,” ujarnya.
Pihak keamanan perusahaan juga membatasi akses media ke area kejadian. “Kami ditugaskan perusahaan untuk melarang media masuk. Hanya pihak kepolisian yang diperbolehkan. Saya hanya menjalankan tugas,” ujar seorang petugas keamanan PT ASL.






