Kecelakaan Lalu Lintas di Batam Naik Tajam 2025, 33 Orang Tewas, Kapolresta Siapkan Strategi Baru

oleh -
Kecelakaan Lalu Lintas di Batam Naik Tajam 2025, 33 Orang Tewas, Kapolresta Siapkan Strategi Baru
Kapolresta Barelang Kombes Pol Anggoro Wicaksono bersama Wali Kota Batam Amsakar dan Forkompida dalam rilis akhir tahun (dok polresta barelang)

LenteraKepri.com, Batam – Angka kecelakaan lalu lintas di Kota Batam mengalami lonjakan signifikan sepanjang tahun 2025. Data Polresta Barelang mencatat, jumlah kecelakaan meningkat 12 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan total 33 orang meninggal dunia akibat insiden di jalan raya.

Data tersebut disampaikan Kapolresta Barelang Kombes Pol Anggoro Wicaksono saat rilis kinerja akhir tahun 2025 yang digelar pada Selasa (30/12/2025).

Kegiatan ini turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), di antaranya Wali Kota Batam, Kejaksaan Negeri Batam, Jasa Raharja, Dandim 0316/Batam, serta BNN Kota Batam.

Dalam paparannya, Anggoro mengungkapkan bahwa sepanjang 2025 tercatat 1.043 kasus kecelakaan lalu lintas, meningkat dibandingkan tahun 2024 yang mencatat 917 kasus.

“Dari total kecelakaan tersebut, korban meninggal dunia sebanyak 33 orang. Sementara korban luka berat 151 orang dan luka ringan mencapai 1.157 orang,” ujar Anggoro kepada wartawan.

Langkah Strategis

Lonjakan angka kecelakaan ini menjadi perhatian serius jajaran Polresta Barelang. Sebagai Kapolresta yang baru menjabat, Anggoro menegaskan akan mengambil langkah-langkah strategis untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas di Kota Batam.

Upaya tersebut akan ditempuh melalui peningkatan koordinasi dengan Forkopimda serta seluruh pemangku kepentingan terkait, termasuk dalam penegakan aturan lalu lintas dan peningkatan kesadaran masyarakat.

Selain sektor lalu lintas, Polresta Barelang juga memaparkan capaian penegakan hukum sepanjang 2025. Tercatat 98 perkara menonjol ditangani, dengan 73 perkara telah diselesaikan dan 134 tersangka diamankan. Mayoritas kasus didominasi oleh tindak pidana narkotika.

Di akhir paparannya, Kapolresta menegaskan komitmen Polresta Barelang untuk tidak hanya fokus pada penegakan hukum, tetapi juga mendukung program pemerintah serta menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Batam adalah rumah kita bersama. Mari kita jaga secara harmonis melalui komunikasi dan musyawarah, tanpa tindakan kontraproduktif,” tutup Anggoro.