Monyet Jadi ‘Kambing Hitam’? Dirut PLN Batam Bongkar Kejanggalan Blackout

oleh -
Blackout Batam
Rekaman CCTv ada monyet berkeliaran di sekitar kawasan gardu (kiri), Dirut Utama PLN Batam (kanan). Foto: dok)

LenteraKepri.com, Batam – Manajemen PT PLN Batam akhirnya blak-blakan membuka tabir di balik insiden padamnya listrik total (blackout) massal yang melumpuhkan wilayah Batam-Bintan.

Narasi awal yang sempat menjadikan seekor monyet sebagai “kambing hitam” pemicu utama ledakan gardu induk kini bergeser menjadi bahan investigasi mendalam.

Di balik narasi awal yang disampaikan pihak humas, manajemen ternyata bergerak cepat melakukan evaluasi besar-besaran sejak Sabtu pagi hingga hari Minggu.

Setelah serangkaian evaluasi dan investigasi gabungan rampung, pihak manajemen langsung menggelar konferensi pers pada sore harinya untuk membeberkan fakta sebenarnya kepada publik.

Dalam pernyataan terbarunya, Direktur Utama PLN Batam, Kwin Fo, secara resmi mengakui adanya sejumlah kejanggalan besar terkait blackout di lapangan.

Karena dinilai tidak wajar, Kwin Fo langsung mengambil langkah tegas dengan menyerahkan seluruh proses penyelidikan ke Polda Kepulauan Riau (Kepri) dan Bareskrim Mabes Polri.

Sebelumnya, Manager Komunikasi dan Humas PT PLN Batam, Yoga Perdana Sulastama, sempat membeberkan kronologi awal bahwa petaka bermula dari primata berukuran besar yang memanjat trafo di Gardu Induk (GI) 150 kV Sei Harapan, Sekupang.

Namun, seiring bergulirnya waktu dan desakan publik, fakta-fakta baru di balik narasi tersebut justru memunculkan tanda tanya besar.

Terungkap pula bahwa saat keterangan awal tersebut disampaikan oleh Yoga, tim gabungan dari Polda Kepri, Bareskrim Mabes Polri, serta internal PLN sedang melakukan investigasi mendalam ke lapangan dan membuktikan bahwa seluruh mesin sebenarnya berfungsi normal saat kejadian.

Berikut adalah sejumlah kejanggalan yang diungkapkan langsung oleh Kwin Fo berdasarkan hasil evaluasi tersebut:

Manajemen mengakui adanya keanehan pada kronologi penemuan hewan di area Gardu Induk.

“Saat tim pertama kali masuk dan memeriksa lokasi sesaat setelah kejadian, petugas memastikan tidak menemukan adanya hewan liar sama sekali di area tersebut,” ujar Kwin Fo.

Namun, kejanggalan terjadi pada jam 10.00 WIB ketika tim kedua melakukan pengecekan ulang dan justru menemukan seekor monyet dalam kondisi hangus. Perbedaan waktu penemuan ini menjadi tanda tanya besar bagi manajemen.

Fakta mengejutkan lain adalah kelalaian pada sistem pengamanan perimeter gardu induk.

“Gardu induk sebenarnya sudah dilengkapi pagar khusus berarus listrik untuk mengusir satwa liar, namun pada pagi hari kejadian, pagar pengaman arus listrik tersebut ternyata tidak dihidupkan,” beber Kwin Fo.

Akibatnya, tidak ada proteksi luar yang aktif untuk menghalau kawanan monyet yang sebelumnya terpantau berkeliaran di sekitar lokasi.

Secara arsitektur kelistrikan, ledakan pada satu titik seharusnya bisa diisolasi secara otomatis berkat adanya pasokan cadangan.

“Namun yang terjadi justru sebaliknya; gangguan satu mesin tersebut gagal diredam oleh sistem cadangan dan malah berdampak luas hingga meruntuhkan seluruh interkoneksi,” tambahnya.

Saat didesak oleh awak media mengenai apakah insiden ini murni akibat ulah monyet atau justru ada dugaan sabotase terencana, Dirut PLN Batam memberikan pengakuan yang mengejutkan secara personal.

Kwin Fo mengakui bahwa jika melihat rentetan fakta di lapangan, menurut pandangan dirinya pribadi, semua kejanggalan tersebut bukanlah sekadar ulah dari hewan liar.

Kendati demikian, ia menegaskan tidak berani berspekulasi lebih jauh dan menyerahkan sepenuhnya pembuktian hukum kepada pihak kepolisian.

“Secara pribadi saya melihat ini bukan sekadar ulah hewan liar jika melihat kejanggalan yang ada, dan saya tidak meyakini kalau hewan itu yang menyebabkan percikan api. Namun, saya tidak berani berspekulasi. Untuk lebih jelasnya, biarlah nanti pihak kepolisian yang berbicara dan memberikan penjelasan berdasarkan hasil penyelidikan resmi mereka,” pungkas Kwin Fo.

Dengan diserahkannya kasus ini ke Korps Bhayangkara, publik kini menantikan hasil audit akhir untuk menguak kebenaran di balik insiden blackout tersebut.