Tumbuhkan Kesadaran Tentang Keselamatan, KSOP Launching Stasiun Pelampung

oleh -
Life Jacket
Penggunaan life jacket bagi penumpang di Pelabuhan Pancung Sekupang. (Foto: Chandra)

LenteraKepri.com, Batam – Beraktivitas menggunakan jalur laut memiliki risiko dan potensi bahaya jauh lebih tinggi dibandingkan jalur darat. Salah satu faktor yang sangat mempengaruhi ialah cuaca ekstrim. Tidak peduli jarak tempuh dekat maupun jauh, bencana alam ini sangat berpotensi menyebabkan kecelakaan laut hingga berisiko tinggi menghilangkan nyawa.

Tidak terkecuali untuk wilayah Batam yang terdiri dari pulau-pulau, banyak masyarakatnya beraktivitas menggunakan transportasi laut untuk menyeberang dari satu pulau ke pulau lainnya. Salah satunya ialah masyarakat Belakangpadang. Lalu lintas masyarakat menggunakan transportasi laut sangat tinggi setiap harinya, sehingga berisiko terjadinya kecelakaan laut.

Tidak peduli dekat atau jauh, kecelakaan laut bisa terjadi tanpa diduga. Karena itu, sangat penting adanya kesadaran masyarakat untuk menyiapkan berbagai alat penyelematan pertama jika terjadi kecelakaan di tengah laut. Salah satunya ialah menggunakan jaket pelampung atau life jacket.

Baca: Kejari Batam, Kelompok Tani dan Asta Cita Presiden dalam Ketahanan Pangan Nasional

Kondisi ini juga menjadi perhatian Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Khusus Batam. Bahkan, KSOP Batam menginisiasikan membuat stasiun jaket pelampung (life jacket station). Sebagai langkah awal, stasiun pelampung ini didirikan di dua titik, Pelabuhan Pancung, Sekupang dan Belakangpadang.

Baca: Kejari  Batam, Kelompok Tani dan Asta Cita Presiden dalam Ketahanan Pangan Nasional

“Ini merupakan suatu pertimbangan dari kami bahwa pelayaran sedekat apapun berisiko terjadi kecelakaan. Karena itu, sangat penting kapal menyediakan alat keselamatan, minimal life jacket,” ucap Kepala KSOP Khusus Batam, Takwim Masuku, dalam sambutannya saat peresmian atau launching Stasiun Pelampung di Pelabuhan Pancung Sekupang, Rabu (6/8/2025).

Masuku menambahkan, didirikannya statisun ini juga sebagai salah satu program KSOP dalam memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI). Hal ini bukan hanya sekedar fasilitas, tapi simbol kepedulian KSOP kepada masyarakat yang menggantungkan hidup dan beraktivitas di laut.

“Ini juga sesuai dengan tema HUT RI kali ini, yang mengusung semangat ‘Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju’. Untuk dua stasiun, kita siapkan sebaganyak 150 life jacket yang dibagi menjafi 150 unit pada masing-masing stasiun. Selain itu, kita juga menyerahkan bantuan sebanyak 20 unit kepada masyarakat Pulau Terong melalui lurah, dan 20 unit untuk nelayan Belakangpadang, serta 50 unit untuk masyarakat berlalu lintas di pelabuhan Sagulung,” tambahnya.

Pengguntingan pita diresmikannya stasiun jaket pelampung di Pelabuhan Panjung Sekupang. (Foto: Chandra)

Kehadiran stasiun ini, ialah untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan dan tidak menganggap enteng walaupun jarak tempuh dekat. Untuk pengawasannya, akan dilakukan oleh KSOP bekerjasama dengan Dishub Kota Batam dan asosiasi. Life jacket, menjadi kunci langkah kecil menyelamatkan nyawa walau perjalanan laut sedekat apapun. Karena itu, pihaknya mengimbau masyarakat bisa memakainya selama pelayaran demi meningkatkan keselamatan.

“Sebagai contoh, petugas akan mengingatkan kepada masyarakat yang akan menggunakan transportasi di Sekupang ini untuk memakai jaket pelampung secara gratis, yang diambil langsung di stasiun. Begitu sampai di Belakangpadang, life jacket dikembalikan ke stasiun yang ada di sana, begitu juga sebaliknya. Jadi, jangan tunggu sadar setelah kejadian baru ingat pelampung, namun masyarakat harus sudah sadar sebelum terjadi sesuatu,” tekannya.

Baca: Kapolsek Bengkong Suarakan Warganya Kibarkan Bendera Merah Putih Sebulan Penuh

Selain menyediakan stasiun ini, KSOP juga memiliki berapa program unggulan lainnya, seperti penerbitan E Pas Kecil, tanda daftar kapal keabsahan kapal berbasis elektronik yang harus dimiliki oleh setiap pemilik kapal GT.1 Satu Gross Tonnage sampai dengan GT.6 yang diperuntukkan untuk kapal-kapal tradisional tanpa dipungut biaya.

Kemudian, pihaknya juga menyiapkan diklat keterampilan bagi nelayan, operator kapal dan masyarakat maritim. “Paling tidak mereka memiliki sertifikat keterampilan dan bukti mereka sudah berpengalaman jika nanti dibutuhkan untuk mencari pekrjaan lainnya di bidang kelautan,” lanjutnya.

Didukung Penuh Pemerintah

Program inipun, mendapat dukungan penuh DPRD Batam. Hal itu disampaikan Sekretaris Komisi II DPRD Batam, Rival Pribadi, yang hadir dalam peresmian stasiun tersebut. Menurutnya, langkah yang dilakukan ini sangat tepat dalam hal pencegahan sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan.

“Intinya, antisipasi seblum terjadi kecelakaan laut hingga menelan korban jiwa sangat penting dilakukan. DPRD akan mendorong program ini dan juga mengimbau kepada masyarakat untuk menumbuhkan kesadaran dalam menekan risiko kecelakaan di laut,” ucap Rival.

Sementara Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Batam, Leo Putra, mengungkapkan, apa yang dilakukan KSOP ini juga sejalan dengan program yang dilakukan Pemerintah Kota Batam yang memiliki prinsip bagaimana membudayakan keselamatan.

“Inisiatif dari KSOP menjadi inovasi agar budaya keselamatan bisa benar-benar ditumbuhkan dalam diri masyarakat. Bisa jadi di boat life jacketnya kurang, tapi dengan ada station ini, saat beli karcis, dan tawarkan, masyarakat tinggal memakainya. Selama ini, mungkin masyarakat ingin pakai, tapi tidak nampak atau tidak diingatkan. Namun sekarang mereka tinggal pakai, sehingga program dari KSOP menjemput bola agar masyarakat memakainya,” ungkap Leo.

Baca: Menjaga Kamtibmas, Polri Tidak Bisa Bekerja Sendiri

Di samping itu, Pemerintah Kota Batam juga mengapresiasi program ini. Hal ini sejalan dengan salah satu dari 15 program prioritas pemerintah, yakni setiap pengemudi boat pancung diberikan BPJS ketenagakerjaan yang ditanggung APBD.

“Tidak hanya pengemudi boat pancung, tukang becak di Belakangpadang, ojek online, dan seluruh penerima insentif kita daftarkan untuk penerima BPJS Keselamatan dan saat ini tengah dalam proses. Jadi dengan semakin banyaknya instansi yang meluncurkan program seperti ini, tentunya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tutupnya.