LenteraKepri.com, Jakarta — Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mendadak kedatangan dua kepala daerah pada Rabu subuh, 26 November 2025. Wali Kota Sabang Zulkifli H Adam dan Wali Kota Batam Amsakar Achmad tiba di kediaman Amran sekitar pukul 06.00 WIB untuk membahas persoalan pangan yang tengah disorot nasional.
Pertemuan ini berlangsung usai aksi tegas Amran bersama aparat penegak hukum yang menyita 250 ton beras impor ilegal di Sabang dan 40,4 ton di Batam. Beras-beras itu diselundupkan melalui jalur kawasan perdagangan bebas (Free Trade Zone/FTZ).
“Kita diskusi penuh keakraban dan kekeluargaan, menghasilkan solusi permanen untuk Sabang dan Batam,” kata Amran dalam pernyataan resmi.
Fokus Pertemuan: Dari Penindakan Beras Ilegal hingga Penguatan Produksi Lokal
Dalam dialog tersebut, trio pemangku kebijakan tak hanya membahas beras. Amran menyebut Sabang ternyata memiliki komoditas kakao unggulan yang sudah menembus pasar Eropa.
“Ini akan jadi serangan balik Sabang ke dunia, termasuk Eropa,” ucap Amran sambil tertawa.
Permintaan Wali Kota Sabang:
Bantuan bibit kakao
Bibit kelapa
Padi gogo
Pompa pertanian
Permintaan Wali Kota Batam:
Bibit hortikultura (termasuk jagung)
Pasokan beras premium
Amran menegaskan seluruh dukungan tersebut sejalan dengan komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat ketahanan pangan hingga level daerah.
“Masyarakat Batam dan Sabang akan kami support penuh, termasuk untuk ekspor ke negara tetangga,” tegasnya.
Wali Kota Sabang: Arahan Presiden dan Mentan Wajib Dipatuhi
Wali Kota Sabang, Zulkifli H Adam, mengaku bangga bisa diterima langsung di kediaman Mentan. Ia menegaskan kesiapannya menjalankan kebijakan pemerintah pusat terkait swasembada pangan dan penghentian impor beras tanpa izin.
“Kami sebagai kepala daerah pasti patuh. Apalagi Pak Presiden sudah menyampaikannya di forum dunia,” kata Zulkifli seperti dilansir kompas, Rabu (26/11/2025).
Pertemuan subuh penuh strategi ini memperlihatkan kerja cepat pusat–daerah dalam menangani pangan nasional. Setelah tindakan tegas menekan peredaran beras ilegal, kini solusi permanen disiapkan demi memperkuat produksi lokal dan menjamin kebutuhan masyarakat Sabang dan Batam terpenuhi.
