LenteraKepri.com, Batam – Belakangan ini semakin banyak tawaran tiket murah kapal Pelni. Apalagi jelang mudik lebaran 2026 ini. Mereka menawarkan tiket kapal murah melalui media sosial.
Menanggapi itu, PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) Cabang Batam menegaskan, seluruh penjualan tiket yang dilakukan melalui akun pribadi atau grup media sosial dipastikan merupakan modus penipuan.
Kepala Cabang PELNI Batam, Edwin Kurniawan, mengungkapkan pelaku biasanya membuat akun yang menyerupai kanal resmi. Mulai dari penggunaan logo perusahaan, foto kapal, hingga testimoni palsu sengaja dipasang untuk meyakinkan calon korban.
“Modusnya beragam. Ada yang menawarkan harga lebih murah dari tarif resmi pemerintah, ada juga yang mengaku punya akses tiket untuk rute padat yang sebenarnya sudah habis,” ujar Edwin, kepada wartawan Sabtu (14/2).
Setelah korban tertarik, pelaku akan meminta transfer uang ke rekening pribadi dengan berbagai dalih, seperti biaya administrasi atau jasa pembelian tiket. Cara ini sengaja memanfaatkan kekhawatiran calon penumpang yang takut kehabisan tiket, terutama pada periode ramai.
“Kami tidak pernah memberikan mandat kepada pihak mana pun untuk melakukan transaksi melalui komentar ataupun pesan langsung. Jika ada yang menawarkan tiket atas nama PELNI di media sosial, itu dipastikan penipuan,” tegas Edwin.
Ia menambahkan, akun media sosial resmi PELNI hanya digunakan untuk penyampaian informasi dan layanan pelanggan, bukan untuk transaksi pembelian tiket.
PELNI pun mengimbau masyarakat agar membeli tiket hanya melalui saluran resmi, seperti aplikasi PELNI Mobile, situs resmi perusahaan, loket cabang di pelabuhan, serta mitra resmi seperti BRILink, Alfamart, dan Indomaret.
Selain itu, masyarakat diminta segera melapor melalui Contact Center 162 atau WhatsApp resmi PELNI apabila menemukan indikasi penipuan.
“Jangan mudah tergiur harga murah yang tidak masuk akal. Pastikan membeli tiket melalui kanal resmi agar perjalanan aman dan nyaman,” tutup Edwin.
