LenteraKepri.com, Batam – Kota Batam akan memiliki satu pelabuhan internasional yang berada di kawasan Golden City, Kecamatan Bengkong. Dinamai dengan Gold Coast International Ferry Terminal Bengkong, diresmikan hari ini, Senin (14/4/2025).
Pantauan di lokasi, peresmian ini dimulai sekitar pukul 13.00 WIB, yang langsung dihadiri oleh Meteri Koordinator Infrastruktur & Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo serta perwakilan menteri lainnya.
Kedatangan rombongan, langsung disambut oleh Gubernur Kepri Ansar Ahmad, beserta Walikota sekaligus Kepala BP Batam beserta wakilnya, AmskarLi Claudia.
Gagasan Pembangunan Gold Coast International Ferry Terminal Bengkong sendiri, telah dikonsepkan sejak lama sebagai bagian dari rencana besar pengembangan wisata di Provinsi Kepulauan Riau khususnya Kota Batam. Gold Coast International Ferry terminal bersama para pemangku kepentingan menyadari pentingnya konektivitas internasional dalam mendorong pertumbuhan ekonomi local.
Langkah konkret dimulai pada tahun 2016 dengan Izin Penetapan Lokasi Terminal Khusus yang diperoleh dari Menteri Perhubungan tahun 2018 yang menjadi pondasi hukum bagi pengembangan proyek. Penetapan Pembangunan kemudian diperoleh tahun 2019, menandai keseriusan pengembangan dalam merealisasikan terminal khusus pariwisata ini.
Pembangunan fisik dimulai pada tahun 2021, dengan fokus pada Pembangunan infrastruktur modern yang mampu menampung peningkatan jumlah wisatawan dan pelaku bisnis lintas negara. Hingga kini proyek ini terus berkembang menuju penyelesaian sebagai salah satu ikon baru transportasi dan pariwisata di Kawasan Batam.
Dalam sambutannya, Gubernur Kepri berharap kehadiran pelabuhan di bawah naungan PT Aneka Sarana Sendtosa ini bisa semakin meningkatkan kunjungan wisatawan dari mancanegara sehingga menumbuhkan periwisata di Kota Batam.
“Ini menjadi salah satu langkah kita menuju Indonesia Emas sesuai dengan target dari Presiden kita,” ucapnya.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyampaikan, Kepri secara geografis berada di wilayah sangat strategis bukan hanya untuk indonesia, tapi juga wilayah asia tenggara.
“Kita mengetahui jalur perdagangan berada di Selat Malaka, Semua wilayah kota dan kabupaten di Kepri punya potensi dan tantangan masing-masing. Terutama di Batam, ini menjadi momen penting untuk meningkatkan konektivitas demi menarik investasi dan wisatawan,” ujar Menko AHY.
Untuk wilayah Kepri, diperlukan kunci transformasi ekonomi yakni konektivitas yang memadai. Tidak hanya harus mengurusi daratan, Kperi tpi juga transporasi laut.
“Jika konektivitas ini tidak terbentuk dengan baik, biaya transportasi untuk logistik ke setiap pulau akan meningkat dan tentu akan tidak baik untuk iklim investasi,” lanjutnya.
Karena itu ia menegaskan akan mengupayakan Batam dan Kepri harus tumbuh. Untuk mewujudkan hal itu, tidak bisa hanya dari pemerintah karena APBN terbatas. Oleh sebab itu negara harus membuka luas pelaku dunia usaha untuk berinvestasi.
“Saya berharap ini bisa terus dijaga, apalagi di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian, kebijakan perang harga Amerika dengan Tiongkok, harus bisa diantisipasi. Karena itu, kita harus memiliki respon yang tepat, bagaimana dampak pertumbuhan ekonomi di kepri dan Batam bisa terus tumbuh, termasuk sarana penunjangnya seperti infrastruktur termasuk transportasi darat, udara dan laut sangat dibutuhkan di Kepri ini,” jelasnya.
Baca: BP Batam Gelar Halal Bi Halal Idul Fitri 1446 H dan Pelepasan Calon Jamaah Haji
Sebagai penutup, ia mengapresiasi PT Aneka Sarana Sentosa yang telah menghadirkan sebuah dermaga ferry internasional di Batam.
“Semoga sesuai harapan, bisa menghadirkan dan mendatangkan wisatawan dan investor, serta menggerakkan ekonomi di sekitar Bengkong ini. Ini juga akan membuka lapangan pekerjaan, sehingga Batam sebgai Kota manufaktur, pariwissta, dan perdagangan bisa semakin maju,” tutupnya.
