Tak Ada Unsur Kesengajaan! Malaysia Pulangkan 4 Nelayan Batam yang Ditangkap APMM

oleh -
oleh
Tak Ada Unsur Kesengajaan! Malaysia Pulangkan 4 Nelayan Batam yang Ditangkap APMM
Empat nelayan Batam yang ditangkap APMM Malaysia akhirnya dipulangkan, Kamis (13/11/2025) (dok kjri johor bahru)

LenteraKepri.com, Batam — Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru memastikan proses pemulangan 4 nelayan asal Tanjung Uma, Batam, berjalan aman dan lancar pada 13 November 2025. Kepulangan mereka menjadi bukti kuatnya kerja sama antara aparat Indonesia dan Malaysia dalam menangani isu perbatasan laut.

Keempat nelayan tersebut adalah Ator, Gian Agus Saputra, Mario Trisna Maulana, dan Muhammad Rian Saputra, yang sebelumnya diamankan oleh Aparat Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) pada 7 Oktober 2025.

Ditangkap APMM, Namun Tidak Terbukti Masuk Secara Sengaja

Para nelayan diamankan karena diduga memasuki perairan Malaysia tanpa izin pada koordinat 01°41.501’ LU – 104°37.06’ BT, atau sekitar 23,5 mil laut timur Tanjung Kelesa, Johor.

Namun, setelah dilakukan penyelidikan mendalam, otoritas Malaysia tidak menemukan unsur kesengajaan dalam dugaan pelanggaran tersebut. Karena itu, mereka dinyatakan boleh kembali ke Indonesia dan diserahkan kepada KJRI Johor Bahru.

Serah terima pemulangan dilakukan di atas Kapal Negara Pulau Nipah milik BAKAMLA RI, sebagai simbol sinergi dan komitmen kedua negara dalam penanganan WNI di wilayah perbatasan.

Bukit Kerja Sama Indonesia–Malaysia di Perbatasan Laut

Dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Jumat (14/11/2025), KJRI Johor Bahru menegaskan bahwa keberhasilan pemulangan ini merupakan contoh konkret pentingnya kolaborasi Indonesia dan Malaysia dalam menjaga stabilitas dan keamanan di perbatasan laut.

Selain itu, KJRI terus memperkuat upaya perlindungan bagi WNI, termasuk dengan mendorong peningkatan literasi hukum, navigasi, dan batas wilayah laut bagi nelayan di Batam, Karimun, serta daerah perbatasan lainnya. Langkah ini penting agar kasus serupa dapat diminimalkan di masa mendatang.

Apresiasi untuk APMM dan BAKAMLA RI

KJRI Johor Bahru menyampaikan apresiasi kepada APMM dan Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (BAKAMLA RI) atas kerja sama cepat dan koordinasi solid yang memungkinkan pemulangan empat nelayan berlangsung aman, terhormat, dan tanpa kendala.

Melalui siaran resmi, KJRI juga mengimbau seluruh nelayan tradisional di perbatasan untuk:

  1. Memperhatikan batas wilayah perairan negara tetangga,
  2. Mengikuti aturan hukum internasional,
  3. Mengutamakan keselamatan dan keberlanjutan mata pencaharian.