LenteraKepri.com, Batam – Menjelang keberangkatan menjelajahi 13 negara dengan sepeda motor, wartawan senior Agus Bagjana yang juga menjabat Ketua Dewan Penasihat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Batam, bersilaturahmi dengan Kapolda Kepulauan Riau Irjen Pol Asep Safrudin di Mapolda Kepri, Selasa (13/1/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Agus Bagjana menyampaikan rencana perjalanan ekstrem dan penuh makna bertajuk jalur darat “Tanah Air ke Tanah Suci”, dari Indonesia menuju Arab Saudi. Perjalanan lintas benua ini akan ditempuh menggunakan kendaraan sepeda motor, bersama rekannya Muhammad Ravi.
Rencananya, perjalanan monumental tersebut akan dilepas secara resmi pada puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Provinsi Banten, tepatnya pada 9 Februari 2026.
Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Safrudin menyambut baik rencana tersebut dan menitipkan pesan penting agar Agus Bagjana senantiasa menjaga keselamatan diri serta nama baik Provinsi Kepulauan Riau dan Negara Kesatuan Republik Indonesia selama perjalanan.
“Jaga kesehatan dan keselamatan, selalu waspada, dan tetap menjaga nama baik bangsa serta Negara Republik Indonesia,” pesan jenderal bintang dua tersebut.
Selain itu, Kapolda juga mengingatkan bahwa perjalanan lintas negara yang diperkirakan memakan waktu sekitar enam bulan membutuhkan kesiapan fisik, mental, serta kepatuhan terhadap hukum internasional, khususnya aturan lalu lintas di masing-masing negara yang dilalui.
“Penting untuk patuh dan taat terhadap aturan yang berlaku di setiap negara agar perjalanannya aman dan lancar,” tegas Asep Safrudin.
Dalam rencana perjalanannya, Agus Bagjana akan memulai perjalanan dari Provinsi Banten, kemudian melintasi Malaysia, Thailand, Laos, China, Nepal, India, Pakistan, Afghanistan, Uzbekistan, Iran, Uni Emirat Arab, dan berakhir di Arab Saudi untuk menunaikan ibadah umrah.
Perjalanan ini tidak hanya menjadi tantangan fisik dan logistik, tetapi juga membawa misi jurnalistik, kebangsaan, dan spiritual, sekaligus memperkenalkan wajah Indonesia yang ramah dan beradab di mata dunia internasional.
