9 Tahun Warga Kavling Seraya Menanti, TMMD ke-116 Jadi Jawaban Pasti

oleh -
Kavling Seraya
Semenisasi jalan di Kavling Seraya oleh personil TMMD dan dibantu warga setempat. (Foto: dokumentasi)

LenteraKepri.com, Batam – Sembilan tahun bukanlah waktu yang singkat. Hari demi hari, minggu ke minggu, bulan, hingga tahun dijalani warga Kavling Seraya, Kelurahan Sambau, Kecamatan Nongsa, Kota Batam tanpa adanya uluran tangan pemerintah terkait infrastruktur.

Terisolir, mungkin itulah kata yang tepat untuk warga selama ini. Berada di pinggiran Kota Batam, dan tidak memiliki akses jalan yang mumpuni.

Selama ini, warga Kavling Seraya yang berjumlah 350 KK ini hanya bisa pasrah dengan kondisi jalan tanah sebagai penghubung kampung mereka dengan jalan utama. Jika hujan, tanah merah akan digenangi air serta becek, dan jika panas akan berdebu.

Baca: Kepala BP Batam Harapkan Liga Forviba 2023 Mampu Cetak Bibit Atlit Baru

Namun apalah daya. Meski selama ini berharap perhatian pemerintah terkait infrastruktur berpusat pada mereka, namun impian itu hanya tinggal angan semata. Mereka hanya bisa sabar menanti melalui siapa pertolongan Tuhan disalurkan.

Sampai akhirnya program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-116 tahun 2023 tiba waktunya. Kavling Seraya pun dipilih senagai tempat para prajurit mengabdikan diri untuk masyarakat.

“Berasa masih tidak percaya,” ujar Ketua RT 05/RW 01 Kavling Seraya, Asril, Senin (15/5/2023).

Bukannya tidak mendasar, di benak Asril yang mewakili warga masih terlintas bagaimana kondisi jalan di kampung mereka selama 9 tahun ini.

Namun sebentar lagi, memori itu akan tergantikan dengan kenangan rasa syukur karena akan berubah menjadi jalan beton yang dibangun para personil TMMD.

Baca: Hindari Kendala di Lapangan, Personil TMMD ke-116 di Kavling Seraya Nongsa Lakukan Hal Ini Setiap Pagi

“Kami menantikan hal ini sudah cukup lama, lebih tepatnya 9 tahun. Kami sangat bersyukur lokasi TMMD tahun ini dipilih di tempat kami, karena tempat kami tidak pernah mendapatkan hibah pembangunan infrastruktur sejak tahun 2014 lalu,” aku Asril.

Lanjut Asril, lokasi geografis Kavling Seraya yang berada di dataran rendah juga sering membuat kampung tersebut terkena musibah banjir ketika hujan turun.

Selain itu, jalan akses utama di Kavling Seraya yang belum disemenisasi membuat jalan tersebut menjadi berlumpur dan licin, dan sangat membahayakan warga setempat.

“Tapi dengan adanya TMMD ini, kami merasa senang karena adanya program fisik berupa semenisasi jalan utama kami. Selain itu juga ada pembuatan drainase dan gorong-gorong. Dengan begitu, kami tidak lagi takut kebanjiran,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa dalam kegiatan TMMD ini, seluruh masyarakat setempat turun langsung untuk membantu seluruh personil TMMD dalam melaksanakan pembangunan fisik di Kavling Seraya.

Baca: Cipkon Skala Besar, Gabungan Polsek Zona I Bubarkan Kelompok Remaja Diduga Hendak Balap Liar

“Warga ikut membantu tanpa dikomandoi. Secara spontanitas mereka langsung membantu, melawan panasnya cuaca agar kampung mereka tidak terisolir lagi,” jelas Asril.

“Harapan kami semoga kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar dan tahun depan, Kavling Seraya kembali dipilih sebagai lokasi TMMD ke-117 tahun 2024,” tutupnya.

Sebagaimana diketahui dalam kegiatan TMMD ini, terdapat beberapa target sasaran kegiatan fisik, yakni semenisasi jalan sepanjang 1.448 meter, pemasangan gorong-gorong box culvenrt dan pemasangan saluran U 40 sepanjang 345 meter.

Selain itu, juga dilakukan kegiatan nom fisik seperti, penyuluhan hukum, kesehatan, narkoba, radikalisme, KB kesehatan dan stunting, ekonomi kreatif dan penyuluhan bela negara.

Kini, jawaban dari sembilan tahun menanti sudah terpenuhi. Warga Kavling Seraya sudah tidak terisolir lagi, dan TMMD menjadi jawaban pasti. (chandra)

No More Posts Available.

No more pages to load.