Amsakar Minta Camat dan Lurah Aktif Turun ke Lapangan, Serap Aspirasi Warga

oleh -
oleh
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyampaikan sambutan saat menghadiri silaturahmi bersama RT, RW, LPM se-Kecamatan Lubuk Baja di Ballroom Hotel AP Premier, Jumat (16/10/2026) malam. (Humas Diskominfo Batam)

LenteraKepri.com, Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengajak jajaran pemerintah dan elemen masyarakat mengedepankan solusi konkret dalam menyelesaikan berbagai persoalan warga. Ia juga meminta camat dan lurah memperkuat komunikasi serta rutin turun ke lapangan untuk memastikan aspirasi masyarakat ditindaklanjuti.

Pesan tersebut disampaikan Amsakar dalam acara Silaturahmi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam bersama RT, RW, LPM, dan tokoh masyarakat se-Kecamatan Lubuk Baja di Ballroom Hotel AP Premier, Jumat (16/10/2026) malam.

Menurut Amsakar, kritik terhadap persoalan di tengah masyarakat perlu disertai gagasan dan langkah penyelesaian yang jelas. Dengan begitu, komunikasi antara pemerintah dan masyarakat dapat menghasilkan perbaikan nyata, bukan sekadar perdebatan yang tidak produktif.

“Batam tidak membutuhkan orang yang sekadar pandai mencari kekurangan atau kesalahan orang lain. Yang kita butuhkan saat ini adalah orang-orang yang mampu menawarkan alternatif dan solusi konkret untuk menyelesaikan masalah,” ujarnya.

Ia menegaskan, komunikasi dua arah dan silaturahmi yang dilakukan secara berkala menjadi bagian penting dalam menjaga hubungan antara pemerintah dan masyarakat. Melalui komunikasi tersebut, informasi yang belum jelas dapat diluruskan, sedangkan persoalan di lapangan bisa lebih cepat ditangani.

Amsakar juga menginstruksikan seluruh camat dan lurah di Kota Batam agar lebih aktif menjalin komunikasi dengan RT, RW, LPM, dan tokoh masyarakat di wilayah masing-masing. Menurutnya, perangkat pemerintahan di tingkat kecamatan dan kelurahan harus memahami langsung kondisi warga agar penanganan persoalan dapat dilakukan secara tepat.

Dalam pertemuan itu, Amsakar turut memaparkan sejumlah isu strategis yang menjadi perhatian Pemerintah Kota Batam, mulai dari legalisasi lahan Kampung Tua, penyediaan air bersih, hingga pengelolaan sampah.

Terkait legalisasi lahan Kampung Tua, ia menyampaikan bahwa sebanyak 1.450 sertifikat tanah telah diselesaikan. Pemerintah juga terus mengupayakan kepastian hukum atas lahan di kawasan Tanjung Uma, termasuk melalui penyusunan peraturan daerah khusus tentang Kampung Tua.

Persoalan air bersih juga menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut. Program percepatan penanganan air bersih di Tanjung Uma ditargetkan rampung pada akhir 2026. Pekerjaan yang direncanakan meliputi interkoneksi pipa dari Sungai Ladi menuju Bukit Permata hingga pengembangan jaringan di dalam kawasan.

Sementara itu, upaya pemulihan pasokan air di Baloi Centre setelah gangguan kelistrikan atau blackout terus dioptimalkan. Pemerintah juga telah memetakan 18 titik rawan pada jaringan distribusi air dan menjajaki pengembangan teknologi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO), yakni pengolahan air laut menjadi air tawar.

Di sektor kebersihan, Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam merencanakan penguatan armada pengangkutan sampah melalui kerja sama dengan pihak swasta. Pada APBD Perubahan 2026, proyek percontohan skema tersebut direncanakan berlangsung di tiga kecamatan, yakni Sagulung, Batu Aji, dan Sekupang.

Melalui skema itu, armada milik pemerintah daerah diharapkan dapat dioptimalkan untuk mendukung pelayanan pengangkutan sampah di wilayah lain, termasuk Kecamatan Lubuk Baja.

Dalam kesempatan yang sama, perwakilan tokoh masyarakat Lubuk Baja menyampaikan apresiasi kepada Amsakar dan Wakil Wali Kota Batam sekaligus ex-officio Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, atas upaya penanganan berbagai persoalan yang dirasakan masyarakat.

Apresiasi tersebut mencakup perbaikan jaringan air bersih, penanganan titik banjir, legalisasi lahan di Tanjung Uma, serta pengelolaan sampah. Masyarakat juga menyatakan dukungan terhadap program pembangunan Pemko Batam dan berkomitmen menjaga keamanan, ketertiban, serta kondusivitas lingkungan.

Menutup arahannya, Amsakar menyampaikan salam dari Li Claudia Chandra yang terus mengawal penanganan teknis pemerintahan secara terintegrasi. Ia juga mengapresiasi peran RT dan RW sebagai garda terdepan pelayanan publik yang berinteraksi langsung dengan masyarakat.

Amsakar berharap sinergi antara pemerintah dan masyarakat terus terjaga agar setiap program pembangunan dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat bagi warga.

“Keberhasilan pembangunan Kota Batam adalah hasil kerja kolektif kita bersama. Mari kita satukan hati dan rapatkan barisan untuk membuat Batam semakin hebat dan sejahtera ke depan,” tutupnya. (red)

No More Posts Available.

No more pages to load.